Rektor Universitas Bakrie: Transformasi Pendidikan Tinggi Harus Berdampak Nyata

JurnalPatroliNews – Jakarta – Rektor Universitas Bakrie, Sofia Alisjahbana, menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada pemenuhan aspek administratif semata. Perguruan tinggi, menurutnya, harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.

Hal itu disampaikan Sofia dalam kegiatan Sharing Session & Diskusi Penguatan Kelembagaan, Penjaminan Mutu, dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi yang digelar di Auditorium Universitas Bakrie, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

“Saat ini transformasi pendidikan tinggi tidak hanya berbicara tentang akreditasi dan kepatuhan administratif, tetapi tentang bagaimana perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum tersebut difokuskan untuk memperkuat praktik implementasi IKU berbasis dampak di tingkat institusi. Menurutnya, momentum ini penting untuk menyamakan arah kebijakan sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.

“Forum hari ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi, memperkuat kolaborasi, dan berbagi praktik baik dalam implementasi IKU berbasis dampak,” kata Sofia.

Lebih lanjut, ia menilai penguatan kelembagaan serta sistem penjaminan mutu merupakan investasi jangka panjang guna meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Langkah tersebut juga dinilai penting agar pembangunan IKU berjalan melalui sistem yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Muhammad Najib, menekankan bahwa IKU harus dipandang sebagai instrumen manajemen kinerja institusi sekaligus pengungkit perbaikan berkelanjutan.

“IKU berfungsi sebagai alat ukur kinerja institusi, dasar pengambilan keputusan, instrumen akuntabilitas, dan penggerak budaya kinerja,” tuturnya.

Najib juga mengingatkan pentingnya konsistensi implementasi IKU agar pengukuran kinerja tidak berhenti pada pelaporan administratif, melainkan benar-benar mendorong peningkatan kualitas.

“What gets measured gets improved,” pungkasnya.