Bullying Brutal di Sekolah Viral, Siswi SMP di Sulteng Jadi Korban Pengeroyokan Teman Kelas

JurnalPatroliNews | Buol – Dugaan kasus perundungan terhadap seorang siswi SMP Negeri 1 Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian publik setelah rekaman video insiden tersebut beredar luas di media sosial. Korban berinisial FR, siswi kelas IX, diduga mengalami kekerasan fisik yang menyebabkan dirinya tidak sadarkan diri.

Dalam video yang viral, korban tampak mengalami tindakan kekerasan berupa jambakan rambut dan pukulan berulang kali ke bagian kepala. Peristiwa itu terjadi di dalam ruang kelas dan disaksikan sejumlah siswa. Namun, tidak terlihat adanya upaya untuk menghentikan aksi tersebut, sementara beberapa siswa justru merekam kejadian menggunakan telepon genggam.

Kapolres Buol, AKBP Irwan, membenarkan bahwa aparat kepolisian telah menindaklanjuti informasi tersebut melalui Polsek Paleleh. Petugas telah mendatangi sekolah untuk melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta mengumpulkan keterangan awal terkait peristiwa tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden terjadi pada Rabu (15/7) saat korban sedang berada di dalam kelas. Korban kemudian didatangi oleh empat siswa yang merupakan teman sekelasnya.

Dari pertemuan tersebut terjadi adu mulut yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh dua orang, sementara siswa lainnya berada di lokasi dan merekam kejadian.

Menurut kepolisian, dugaan perundungan tersebut dipicu persoalan pribadi yang telah berlangsung sebelumnya. Meski perselisihan itu disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan, salah satu pihak diduga masih menyimpan keberatan sehingga kembali mendatangi korban dan memicu terjadinya aksi kekerasan.

Saat ini, penanganan terhadap para siswa yang terlibat dilakukan oleh pihak sekolah. Kepolisian menyebut sekolah telah mengambil langkah dengan memfasilitasi mediasi antara korban, terduga pelaku, dan pihak keluarga sebagai bagian dari penyelesaian awal.

Selain itu, sejumlah siswa yang diduga terlibat juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada korban melalui video klarifikasi yang beredar di media sosial.

Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut untuk memastikan seluruh fakta dan kronologi dapat terungkap secara utuh.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan di lingkungan pendidikan serta perlunya upaya pencegahan terhadap segala bentuk perundungan di sekolah. Selain penegakan aturan, keterlibatan guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Komentar