JurnalPatroliNews – BENGKULU — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan pentingnya peran kepala desa dalam menyukseskan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai instrumen pemerataan ekonomi di tingkat akar rumput.
Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, pada akhir Ramadan 1447 Hijriah.
Menurut Yandri, Kopdes Merah Putih dirancang sebagai alat negara untuk mendorong pemerataan ekonomi sekaligus mengentaskan kemiskinan, sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah.
“Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya ada di desa,” ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja di desa. Selain itu, masyarakat desa yang menjadi anggota koperasi akan turut merasakan manfaat langsung dari keuntungan yang dihasilkan.
Lebih lanjut, Yandri menekankan bahwa sebagian keuntungan koperasi akan dikembalikan untuk mendukung pembangunan desa.
“Sekurang-kurangnya 20 persen keuntungan Kopdes Merah Putih akan menjadi pendapatan asli desa,” tegasnya.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap roda perekonomian desa dapat terus berputar secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat desa.














