Pasca Isu Pelanggaran, Kementerian HAM Dorong Pembenahan Panti Wreda


JurnalPatroliNews – Jakarta –   Isu dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang sempat mencuat di Panti Wreda Salam Sejahtera kini mulai menemukan titik terang setelah mendapat perhatian langsung dari Kementerian Hak Asasi Manusia.

Kepala Panti Wreda Salam Sejahtera, Anna Hartawan, menyampaikan bahwa kehadiran Kementerian HAM membawa dampak positif, tidak hanya bagi pengelola, tetapi juga penghuni dan keluarga mereka.

“Dengan kehadiran Kementerian HAM, secara psikologis sangat berdampak bagi penghuni, keluarga, dan pekerja. Mereka merasa ada perhatian dan perlindungan,” ujar Anna kepada wartawan, Selasa, 24 Maret 2026.

Menurutnya, Kementerian HAM tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan pelayanan di panti berjalan sesuai prinsip kemanusiaan dan standar yang berlaku.

Intervensi tersebut mendorong pengelola melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam aspek tata kelola kelembagaan. Anna mengakui sebelumnya pendekatan yang digunakan lebih bersifat kekeluargaan, namun kini mulai diarahkan ke sistem yang lebih profesional.

“Setelah kejadian ini, kami mulai memperbaiki sistem, termasuk pencatatan, struktur organisasi, hingga penguatan fungsi SDM,” jelasnya.

Panti yang berdiri sejak 1996 itu saat ini menampung 45 lansia dengan dukungan sekitar 38 hingga 40 tenaga kerja, mulai dari perawat, caregiver, hingga staf operasional.

Dalam operasional sehari-hari, pengelola menerapkan berbagai aktivitas terstruktur bagi penghuni, seperti kegiatan fisik, terapi, hingga aktivitas sosial seperti berkebun dan seni. Langkah tersebut bertujuan menjaga kesehatan fisik dan mental para lansia.

Selain itu, aspek kesehatan juga menjadi prioritas melalui pemantauan rutin tenaga medis serta pengawasan ketat terhadap konsumsi obat.

“Kami ingin para lansia tetap aktif, sehat, dan bahagia. Itu yang menjadi fokus utama kami,” pungkas Anna.