JurnalPatroliNews – JAKARTA — Bank Indonesia melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) menunjukkan pertumbuhan positif pada Februari 2026. Posisi M2 tercatat mencapai Rp10.089,9 triliun atau tumbuh 8,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian tersebut mencerminkan normalisasi dibandingkan Januari 2026 yang sempat tumbuh 10,0 persen yoy.
Kepala Departemen Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan likuiditas didorong oleh komponen uang beredar sempit (M1) yang meningkat signifikan.
“Pertumbuhan yang stabil ini ditopang secara kuat oleh komponen uang beredar sempit (M1) yang melesat hingga 14,4 persen yoy, serta kontribusi uang kuasi yang tercatat tumbuh 3,1 persen yoy,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/3/2026).
Bank sentral menilai dinamika likuiditas pada Februari dipengaruhi oleh aktivitas keuangan pemerintah pusat serta penyaluran kredit perbankan yang tetap berada di jalur ekspansi.
Tagihan bersih kepada pemerintah tercatat mengalami akselerasi pertumbuhan menjadi 25,6 persen yoy, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 22,6 persen yoy. Hal ini mencerminkan peran belanja negara dalam mendorong peredaran uang di masyarakat.
Sementara itu, penyaluran kredit perbankan tetap tumbuh sebesar 8,9 persen yoy, meski sedikit melambat dibandingkan Januari yang mencapai 10,2 persen yoy. Perlambatan ini dinilai sebagai bagian dari penyesuaian terhadap dinamika suku bunga global pada awal 2026.
Meski demikian, Bank Indonesia memastikan kondisi likuiditas masih memadai untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian pasar global.
Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan makroprudensial guna memastikan perlambatan kredit tidak mengganggu target pertumbuhan ekonomi tahunan.
Ke depan, sinergi kebijakan antara otoritas moneter dan pemerintah melalui optimalisasi belanja negara diperkirakan akan semakin mendorong peredaran uang, terutama menjelang peningkatan konsumsi domestik pada pertengahan tahun.














