Pengamat: Indonesia Perlu Belajar dari Iran dalam Menghadapi Ancaman Perang


JurnalPatroliNews – JAKARTA — Pengamat politik Adi Prayitno menilai konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat serta Israel menyimpan sejumlah pelajaran penting bagi Indonesia, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Menurut Adi, Indonesia perlu mencermati dampak konflik tersebut secara serius, mengingat potensi pengaruhnya terhadap stabilitas ekonomi, politik, hingga sosial di dalam negeri.

“Pertama soal pentingnya ketahanan yang terkait dengan energi, pangan, dan ketahanan air,” ujar Adi melalui kanal YouTube miliknya, Senin (30/3/2026).

Ia menekankan bahwa ketahanan di sektor-sektor strategis tersebut menjadi fondasi utama bagi sebuah negara dalam menghadapi situasi krisis, termasuk potensi konflik berskala besar.

Selain itu, Adi menilai Indonesia dapat belajar dari pengalaman Iran yang selama hampir empat dekade berada di bawah tekanan embargo internasional, namun tetap mampu bertahan dan mengembangkan kapasitas teknologinya.

Menurut dia, Iran menunjukkan kemajuan signifikan, khususnya dalam pengembangan teknologi militer seperti drone dan rudal.

“Sekalipun diembargo, Iran mampu menciptakan teknologi, terutama di bidang drone maupun rudal. Ini cukup luar biasa,” katanya.

Lebih jauh, Adi menilai Iran tidak hanya mampu menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan, tetapi juga tetap bertahan menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.

Ia juga menyoroti daya tahan Iran dalam menghadapi berbagai tekanan, termasuk kehilangan sejumlah tokoh penting akibat serangan militer.

“Iran tetap bertahan meskipun kehilangan sejumlah pemimpin penting, termasuk di kalangan militer. Namun mereka tidak menunjukkan tanda-tanda melemah,” ungkapnya.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menambahkan, Iran justru terus menunjukkan sikap tidak gentar dan tetap melanjutkan eskalasi dalam konflik yang dihadapinya.

“Iran terus bangkit dan menunjukkan bahwa mereka tidak ingin mengakhiri perang begitu saja. Mereka ingin menentukan sendiri kapan konflik itu berakhir,” tambahnya.

Dalam konteks tersebut, Adi mengingatkan Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan konflik di masa depan yang dapat berdampak luas.

Ia menegaskan pentingnya penguatan teknologi pertahanan nasional, termasuk pengembangan sistem persenjataan modern.

“Kita harus belajar dari Iran, terutama dalam hal kecanggihan teknologi di bidang rudal, drone, dan lainnya,” pungkasnya.