Respons Wacana Penertiban Pengamat, Akademisi Tegaskan Tetap Kritis terhadap Pemerintah


JurnalPatroliNews – Jakarta – Puluhan pengamat politik dan akademisi menggelar kegiatan halalbihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026). Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus respons atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung soal penertiban pengamat.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, menegaskan bahwa kalangan akademisi dan pengamat akan tetap mempertahankan sikap kritis terhadap jalannya pemerintahan.

“Kami akan terus berdiri tegak melawan segala bentuk kekerasan, segala bentuk penindasan, dan segala bentuk upaya pemerintah yang merusak demokrasi dan kemanusiaan warga negara,” ujar Ubedilah, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, kritik yang selama ini disampaikan para pengamat, termasuk terhadap pemerintahan Presiden Prabowo, merupakan bagian dari peran akademik yang dilandasi prinsip ilmiah dan konstitusi.

“Tentu semuanya kami lakukan secara scientific dan sesuai koridor konstitusi,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh pengamat dan pegiat demokrasi, di antaranya Sukidi, Ray Rangkuti, Feri Amsari, Saiful Mujani, hingga Islah Bahrawi.

Forum ini mencerminkan sikap kolektif kalangan akademik untuk tetap menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat di tengah dinamika politik nasional. Para peserta juga menekankan pentingnya menjaga kritik sebagai bagian dari mekanisme kontrol terhadap kekuasaan dalam sistem demokrasi.