JurnalPatroliNews – JAKARTA — Pemerintah telah merealisasikan penarikan utang baru sebesar Rp386 triliun hingga akhir Mei 2026 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nilai tersebut setara 46,4 persen dari target pembiayaan utang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp832,2 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi penarikan utang tersebut masih berada dalam koridor yang telah direncanakan pemerintah. Menurutnya, kondisi pasar keuangan yang relatif kondusif turut mendukung strategi pembiayaan APBN sepanjang tahun berjalan.
Purbaya menegaskan minat investor terhadap Surat Utang Negara (SUN) masih kuat, yang tercermin dari tingginya permintaan pada berbagai lelang instrumen utang pemerintah.
“Penggemar SUN masih cukup banyak, tidak ada kehilangan kepercayaan kepada surat utang negara kita,” kata Purbaya di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, seperti dikutip Sabtu (6/6/2026).
Kepercayaan investor terhadap SUN dinilai menjadi faktor penting bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pembiayaan anggaran di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih berlangsung.
Selain melalui penerbitan utang, pemerintah juga merealisasikan pembiayaan nonutang sebesar Rp6,5 triliun hingga akhir Mei 2026. Angka tersebut setara 4,4 persen dari target pembiayaan nonutang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp143,1 triliun.
Pembiayaan nonutang umumnya berasal dari berbagai instrumen investasi pemerintah dan dimanfaatkan untuk mendukung program-program pembangunan, penguatan sektor strategis, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, total realisasi pembiayaan anggaran pemerintah hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp379,4 triliun atau sekitar 55,1 persen dari target pembiayaan APBN tahun ini yang dipatok sebesar Rp689,1 triliun.
Pemerintah sebelumnya menegaskan strategi pembiayaan APBN 2026 akan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, kebutuhan fiskal, serta upaya menjaga keberlanjutan pengelolaan utang negara.
Kementerian Keuangan juga memastikan bahwa pengelolaan utang akan terus dilakukan secara hati-hati untuk menjaga risiko fiskal tetap terkendali, sekaligus memastikan kebutuhan pembiayaan pembangunan dan berbagai program prioritas nasional dapat terpenuhi sepanjang tahun anggaran berjalan.













Komentar