JurnalPatroliNews – Aceh – Kawasan Bundaran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, kini tampil dengan wajah yang lebih segar, rapi, dan asri. Perubahan positif ini merupakan buah dari aksi nyata personel Kodim 0101/Kota Banda Aceh yang menggelar Karya Bakti TNI berskala besar pada Selasa (7/4).
Aksi ini menjadi potret indah sinergi lintas sektoral di Kabupaten Aceh Besar. Dalam pelaksanaannya, Kodim 0101/KBA tidak bergerak sendiri, melainkan melibatkan personel Bhabinkamtibmas Polsek Ingin Jaya, Satpol PP/WH Aceh Besar, serta dukungan teknis dari BPJN Aceh Satker-1 Dinas PU Aceh dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Besar.
Fokus Pembersihan dan Penataan Estetika Kegiatan ini didasari oleh komitmen kuat untuk menjaga estetika dan kenyamanan fasilitas publik di jalur protokol. Petugas gabungan menyisir setiap sudut kawasan dengan target pembersihan yang mendalam, meliputi:
- Pemangkasan ranting pohon yang menghalangi pandangan jalan.
- Pembabatan rumput liar di median jalan.
- Pengangkutan sampah organik dan non-organik.
- Penertiban banner atau atribut iklan rusak yang mengganggu pemandangan.
Pembagian Lima Sektor Strategis Untuk memastikan hasil yang maksimal dan merata, wilayah kerja dibagi menjadi lima sektor strategis yang mencakup urat nadi transportasi di sekitar Lambaro:
- Area seputaran Bundaran Lambaro.
- Sepanjang jalur menuju Gampong Siron.
- Jalur utama menuju Pasar Lambaro.
- Akses menuju Lampeuneurut.
- Jalur menuju arah Sibreh.
Memperkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat Perwira Seksi Operasi Kodim (Pasi Ops) 0101/KBA, Mayor Inf Muliadi, menegaskan bahwa Karya Bakti ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan wadah untuk mempererat silaturahmi antara TNI dan rakyat.
“Kebersihan kawasan Bundaran Lambaro adalah cermin kedisiplinan kita bersama. Dengan kolaborasi ini, kita ingin memastikan warga maupun pelintas merasa nyaman dan aman saat melewati jalur vital di Aceh Besar ini,” ujar Mayor Inf Muliadi di sela-sela kegiatan.
Kini, Bundaran Lambaro tidak hanya berfungsi sebagai titik temu arus lalu lintas, tetapi juga menjadi simbol kekuatan gotong-royong antarinstansi di Aceh.
Masyarakat pun diimbau untuk turut menjaga kebersihan yang telah ditata rapi ini demi kenyamanan bersama di masa depan.










