Bursa Asia Melemah Jelang Akhir Pekan, Investor Waspadai Geopolitik


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat, 17 April 2026. Pelemahan ini dipicu sikap hati-hati pelaku pasar terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih memanas.

Mengutip laporan CNBC International, sejumlah indeks utama di kawasan Asia mencatat penurunan.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,7 persen setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi, seiring aksi ambil untung oleh investor. Indeks Topix juga melemah sekitar 0,62 persen.

Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi turun sekitar 0,43 persen, diikuti indeks Kosdaq yang melemah 0,35 persen.

Pasar Australia turut mengalami tekanan, dengan indeks S&P/ASX 200 turun sekitar 0,28 persen. Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng Index juga menunjukkan pelemahan, mencerminkan sentimen investor yang masih rapuh.

Di China, indeks Shanghai tercatat turun sekitar 0,31 persen, sementara indeks Nifty 50 di India cenderung bergerak stagnan.

Dari sisi kebijakan, pemerintah Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation berencana menyiapkan pendanaan hingga 600 miliar yen untuk membantu negara-negara Asia dalam mengamankan pasokan energi.

Selain itu, Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa bank sentral perlu mempertimbangkan kondisi suku bunga riil yang masih rendah dalam menentukan arah kebijakan ke depan.

Pernyataan tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar yang tengah mencermati dinamika kebijakan moneter global di tengah ketidakpastian geopolitik.