JurnalPatroliNews – Jakarta – Film horor supranatural Lee Cronin’s The Mummy mulai menarik perhatian publik sejak tayang di bioskop Indonesia pada 15 April 2026. Karya terbaru dari sutradara Lee Cronin ini menjadi sorotan setelah kesuksesannya melalui film Evil Dead Rise.
Dibintangi oleh Jack Reynor dan Laia Costa, film ini merupakan versi remake dari waralaba klasik The Mummy produksi Universal Pictures yang telah eksis sejak 1930-an, termasuk versi populer yang digarap oleh Stephen Sommers.
Berdasarkan data dari IMDb, film ini bahkan masuk dalam daftar favorit dan menempati peringkat ke-15, tepat di atas Avatar: Fire and Ash.
Secara cerita, Lee Cronin’s The Mummy mengisahkan tentang seorang gadis bernama Katie Cannon, putri dari seorang jurnalis, yang secara misterius kembali ke keluarganya setelah menghilang selama delapan tahun di gurun pasir.
Kepulangan Katie awalnya disambut penuh haru oleh keluarganya yang selama ini mengira ia telah meninggal dunia. Namun, suasana bahagia itu perlahan berubah menjadi kecemasan.
Seiring waktu, Katie menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Ia tampak berubah drastis, baik secara emosional, fisik, maupun psikologis. Tatapannya kosong, sikapnya dingin, dan responsnya terhadap lingkungan sekitar kerap di luar kewajaran.
Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan di tengah keluarga. Mereka mulai menyadari bahwa sosok yang kembali bukanlah Katie yang mereka kenal sebelumnya.
Kehadirannya justru membawa energi kelam yang memicu berbagai kejadian mengerikan di dalam rumah. Teror yang muncul tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mengganggu kondisi psikologis seluruh anggota keluarga.
Dalam upaya mengungkap kebenaran, misteri di balik hilangnya Katie selama delapan tahun perlahan terkuak, membuka rahasia kelam yang menjadi sumber dari teror supranatural tersebut.









