Iran Tuduh AS Bajak Kapal di Laut Arab, Ancam Lakukan Serangan Balasan


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa salah satu kapalnya telah disita oleh militer Amerika Serikat. Teheran pun memperingatkan akan segera melancarkan aksi balasan atas insiden tersebut.

Mengutip laporan Fars News Agency, Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan pasukan AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Dalam operasi tersebut, sistem navigasi kapal dilumpuhkan sebelum dilakukan penyergapan di Laut Arab.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa pihaknya menilai AS telah melakukan tindakan agresif di laut dengan lebih dulu melepaskan tembakan sebelum menguasai kapal tersebut.

“Amerika Serikat yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah melumpuhkan sistem navigasinya,” ujar Zolfaghari.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan akan segera merespons tindakan tersebut.

“Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa militer negaranya berhasil mencegat kapal kargo berbendera Iran sebagai bagian dari operasi blokade laut yang sedang berlangsung.

“Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA mencoba melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka,” tulis Trump.

Insiden ini menambah ketegangan antara Washington dan Teheran, yang dalam beberapa waktu terakhir terus memanas di kawasan perairan strategis Timur Tengah.