Babak Baru Selat Hormuz: Iran Siap Kelola Jalur Strategis Usai Negosiasi dengan AS

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa kondisi Selat Hormuz tidak akan pernah kembali seperti sebelum masa perang. Pernyataan ini disampaikan usai berakhirnya putaran pertama perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Burgenstock, Swiss.

Menurut Ghalibaf, jalur pelayaran strategis tersebut nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh Republik Islam Iran dengan tetap berpedoman pada hukum internasional yang berlaku.

Kepulangan Ghalibaf dari Swiss membawa sejumlah laporan positif terkait kemajuan diplomasi kedua negara. Ia menyebutkan bahwa perjalanan tersebut menghasilkan capaian yang signifikan, terutama pada poin-poin krusial seperti pengaturan teknis di Selat Hormuz, situasi di Lebanon, izin ekspor minyak mentah, hingga proses pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan oleh otoritas luar negeri.

Dalam perundingan yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan tersebut, Teheran dan Washington dilaporkan telah sepakat untuk membentuk jalur komunikasi khusus.

Langkah ini bertujuan untuk menjamin keamanan pelayaran di kawasan Selat Hormuz sekaligus meminimalisir risiko insiden bersenjata yang dapat memicu ketegangan regional lebih lanjut.

Sebagai bentuk timbal balik dari kemajuan pembicaraan ini, pihak Amerika Serikat setuju untuk menangguhkan sementara sanksi terhadap ekspor minyak Iran.

Keputusan ini memberikan ruang bagi Teheran untuk kembali mengaktifkan sektor ekonominya melalui pelonggaran sanksi dan akses terhadap dana yang sebelumnya tertahan.

Meskipun menunjukkan tren positif, Ghalibaf mengingatkan bahwa jalan menuju normalisasi hubungan dan kesepakatan final masih sangat panjang.

Ia menekankan bahwa hasil di Swiss merupakan tahap awal dari proses negosiasi yang kompleks dan memerlukan upaya berkelanjutan dari semua pihak yang terlibat.

Komentar