JurnalPatroliNews – Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bergerak cepat dengan menerjunkan tim investigator ke lokasi kecelakaan maut yang melibatkan rangkaian KRL TM 6024 dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Investigasi ini bertujuan untuk mengungkap secara detail penyebab teknis maupun operasional di balik tabrakan hebat yang terjadi pada Senin (27/4) malam tersebut.
Tim investigator dilaporkan telah berada di lapangan sejak malam kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara.
Para ahli dari KNKT menyusuri area peron hingga jalur rel kereta api untuk mengumpulkan data-data primer, memeriksa sistem persinyalan, serta melakukan verifikasi terhadap kondisi sarana dan prasarana yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Melalui keterangan resminya pada Selasa (28/4), KNKT menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi yang melibatkan KA Bromo Anggrek dan KRL tersebut.
Pihak komite menegaskan komitmennya untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan independen guna memberikan rekomendasi keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Sementara itu, dampak tragis dari kecelakaan ini mulai terpetakan secara resmi. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan pembaruan data terkait jumlah korban jiwa dan luka-luka yang timbul akibat benturan keras kedua rangkaian kereta tersebut. Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak tujuh orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Selain korban jiwa, Bobby merinci bahwa sebanyak 81 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
Pihak manajemen PT KAI menyatakan akan bertanggung jawab penuh terhadap penanganan para korban serta terus memantau perkembangan kesehatan mereka.
Hingga saat ini, proses investigasi oleh KNKT masih berlangsung dan diperkirakan akan memakan waktu untuk menganalisis data dari berbagai instrumen di lokasi.
PT KAI bersama instansi terkait lainnya menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan ini agar fakta di balik kecelakaan yang merusak gerbong penumpang tersebut segera terungkap secara terang benderang.














