JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.
Tokoh yang akrab disapa Cak Imin itu bahkan menyempatkan diri mengunjungi keluarga salah satu korban meninggal dunia, Nur Aini, di kediamannya di Bekasi. Nur Aini diketahui menjadi korban jiwa saat dalam perjalanan pulang usai bekerja.
“Saya menyampaikan duka dan belasungkawa yang mendalam, tidak hanya kepada keluarga almarhumah Nur Aini, tetapi juga kepada seluruh korban jiwa dan korban luka dalam peristiwa ini,” ujar Muhaimin melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, para korban merupakan sosok-sosok pekerja yang tengah berjuang mencari nafkah untuk keluarga dan hendak kembali ke rumah setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Muhaimin turut mendoakan agar para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.
Sementara itu, bagi para korban yang mengalami luka-luka, ia berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga mereka bisa kembali beraktivitas seperti sediakala.
Dalam kunjungan tersebut, Muhaimin bersama BPJS Ketenagakerjaan juga memastikan hak jaminan sosial bagi keluarga korban, termasuk keluarga Nur Aini, dapat terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga memberikan apresiasi kepada perusahaan tempat korban bekerja karena dinilai telah menjalankan kewajiban perlindungan jaminan sosial bagi para pekerjanya.
“Memenuhi jaminan sosial pekerja bukan sekadar administrasi, tetapi tanggung jawab perusahaan dalam melindungi pekerja dari risiko,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muhaimin menilai tragedi kecelakaan tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak, baik pemerintah, operator transportasi, maupun masyarakat, agar keselamatan publik menjadi prioritas utama.
Ia menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan sistem keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ini adalah alarm bagi kita semua. Pemerintah akan memastikan keselamatan bagi seluruh pengguna transportasi publik tanpa terkecuali,” pungkasnya.














