JurnalPatroliNews – Jakarta – Nama Irjen TNI Laksamana Madya (Laksdya) Hersan disebut masuk dalam bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk menggantikan Laksamana TNI Muhammad Ali yang akan memasuki masa pensiun.
Hersan yang pernah menjadi ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dinilai sebagai salah satu kandidat kuat yang dipertimbangkan untuk memimpin TNI Angkatan Laut ke depan.
Pengamat politik, Adib Miftahul, menilai Hersan memiliki kombinasi pengalaman yang tidak banyak dimiliki perwira lain.
Menurutnya, Hersan memahami operasi tempur, tata kelola organisasi, hingga dinamika pengambilan keputusan di tingkat negara.
“Kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi bintang tiga juga semakin menguatkan sinyal bahwa Hersan masuk dalam radar suksesi KSAL. Bahkan, sejak promosi tersebut, namanya konsisten disebut sebagai kandidat potensial dalam bursa pimpinan TNI AL,” kata Adib kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Meski demikian, Adib menegaskan penentuan KSAL sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI.
Ia menyebut sejumlah faktor strategis akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sosok pengganti Muhammad Ali, termasuk kebutuhan pertahanan nasional, dinamika geopolitik, serta agenda modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
“Faktor kebutuhan strategis, dinamika geopolitik, serta agenda modernisasi alutsista akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih sosok yang tepat memimpin TNI Angkatan Laut ke depan,” ujarnya.
Pergantian KSAL kali ini dinilai krusial mengingat tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks, terutama di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut Adib, sosok yang terpilih tidak hanya harus kuat dari sisi militer, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi dan visi strategis kawasan.
“Sosok yang terpilih tidak hanya dituntut kuat secara militer, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi dan visi strategis di kawasan Indo-Pasifik,” tandasnya.
Hersan sendiri bukan nama baru di lingkungan kekuasaan maupun struktur strategis militer. Selain pernah menjadi ajudan presiden, lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1994 itu juga menempati sejumlah jabatan penting, mulai dari komandan kapal perang hingga posisi strategis di Markas Besar TNI.
Kariernya yang lengkap, baik di lapangan maupun pada level kebijakan, menjadi salah satu alasan namanya terus mencuat dalam bursa suksesi KSAL.
Selain Hersan, sejumlah nama lain juga disebut berpeluang menggantikan Muhammad Ali, di antaranya Wakil KSAL Laksdya TNI Edwin, Wakil Gubernur Lemhannas Laksdya TNI Erwin Aldedarma, Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah, serta Panglima Komando Armada Republik Indonesia Laksdya TNI Denih Hendrata.














