JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 agar tetap solid setelah mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak pandemi Covid-19.
Menurutnya, fokus utama pemerintah diarahkan pada penguatan daya beli masyarakat, peningkatan belanja, serta perbaikan iklim investasi agar dunia usaha semakin efisien dan kompetitif.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian utama adalah pengetatan pengawasan terhadap peredaran barang ilegal yang dinilai kembali marak di pasar domestik.
Purbaya menegaskan, pemerintah akan memperkuat penjagaan pasar dalam negeri agar produk ilegal tidak merusak stabilitas ekonomi dan persaingan usaha yang sehat.
“Saya kan galakaan lagi penjagaan pasar domestik dari barang-barang ilegal yang katanya agak ramai lagi sekarang. Walaupun BC sudah bekerja lebih keras dari sebelumnya. Itu utamanya,” kata Purbaya Yudhi Sadewa kepada media di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menilai penguatan pasar domestik menjadi salah satu kunci penting di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tekanan.
Langkah tersebut dilakukan seiring peningkatan kinerja aparat, termasuk bea cukai, untuk memastikan distribusi barang tetap sehat dan kompetitif bagi pelaku usaha dalam negeri.
Meski demikian, Purbaya mengakui masih ada sebagian pelaku usaha yang merasakan tekanan dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional.
Namun, menurutnya, kondisi itu lebih banyak dipengaruhi faktor psikologis daripada persoalan fundamental ekonomi.
“Karena ada kalau saya juga agak, saya monitor terus keadaannya ya, kelihatannya walaupun bagus, orang masih agak takut. Karena banyak yang nakut-nakutin, kayak Anda tuh nakut-nakutin, katanya mau 1998, maunya ini itu, padahal kan sudah kita buktikan kan, kita tumbuhnya kencang dan ini akan kita pertahankan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan sektor swasta memegang peran dominan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas serta memastikan dukungan terhadap dunia usaha tetap terjaga.
Salah satunya melalui jaminan likuiditas perbankan agar pelaku usaha tetap memiliki akses pembiayaan yang cukup untuk menjalankan operasional maupun ekspansi bisnis.
“Itu juga kita jaga, sebetulnya kita jaga, makanya kita bisa tumbuh seperti ini. Jadi, pebisnis enggak usah takut, kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup di sistem perekonomian sehingga dunia usaha bisa dapat akses ke pembelian,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak pandemi Covid-19 dan dinilai menjadi modal kuat untuk menjaga tren positif pada kuartal berikutnya.












