Sempat Ditahan Usai Pencegatan di Laut, Aktivis Spanyol dan Brasil Diusir Keluar dari Israel

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Israel resmi mendeportasi dua aktivis internasional yang sempat ditahan pascaikut serta dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza.

Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel pada Minggu (10/5), setelah keduanya menjalani serangkaian proses penyelidikan oleh otoritas keamanan setempat.

Kedua aktivis tersebut diidentifikasi sebagai Saif Abu Keshek, seorang warga negara Spanyol keturunan Palestina, dan Thiago Avila yang berkebangsaan Brasil.

Keduanya merupakan bagian dari rombongan puluhan aktivis kemanusiaan yang kapalnya dicegat oleh Angkatan Laut Israel di perairan internasional dekat Yunani pada akhir April lalu.

Melalui pernyataan resmi di platform X, Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa proses deportasi telah rampung.

Dalam pernyataan tersebut, pihak otoritas menyebut misi tersebut sebagai flotilla provokasi dan menegaskan komitmen mereka untuk tidak membiarkan adanya upaya apa pun yang bertujuan melanggar blokade maritim di wilayah Gaza.

Sebelum dideportasi, penahanan kedua aktivis ini sempat memicu reaksi diplomatik. Pemerintah Spanyol, Brasil, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel untuk segera membebaskan mereka.

Meskipun gugatan hukum sempat diajukan ke pengadilan Israel pada Rabu (6/5) lalu, hakim menolak tuntutan tersebut.

Langkah hukum ini dikritik keras oleh kelompok hak asasi manusia yang mendampingi mereka dengan menyebut putusan tersebut tidak sah dan mencederai nilai kemanusiaan.

Pelayaran Global Sumud Flotilla sendiri berangkat dari pelabuhan di Prancis, Spanyol, dan Italia. Misi utama mereka adalah menyalurkan bantuan logistik dan medis guna menembus blokade ketat yang telah diberlakukan Israel sejak tahun 2007.

Para aktivis berargumen bahwa aksi ini merupakan respons atas krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza sejak konflik bersenjata pecah pada Oktober 2023.

Saat ini, wilayah Gaza dilaporkan terus mengalami kelangkaan pasokan bantuan dasar akibat kontrol ketat terhadap seluruh akses masuk.

Sementara Abu Keshek dan Avila dideportasi melalui jalur udara, aktivis lainnya yang berada di kapal yang sama dilaporkan telah dibebaskan lebih awal setelah dibawa ke Pulau Kreta, Yunani.