Operasi SAR Dramatis, Jasad Dua WNA Singapura Korban Erupsi Dukono Berhasil Dievakuasi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Operasi pencarian besar-besaran terhadap dua pendaki warga negara asing (WNA) yang terjebak erupsi Gunung Dukono berakhir duka.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia pada operasi hari ketiga, Minggu (10/5/2026).

Kedua korban teridentifikasi sebagai Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), yang merupakan warga negara Singapura. Penemuan ini sekaligus menutup daftar pencarian pendaki yang dilaporkan hilang sejak letusan besar terjadi di gunung api aktif tersebut.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengonfirmasi bahwa jasad kedua korban ditemukan di area puncak Gunung Dukono sekitar pukul 11.20 WIT.

Saat ini, tim gabungan sedang berjibaku melakukan proses evakuasi dari puncak menuju posko utama melalui medan yang sangat ekstrem dan di bawah ancaman aktivitas vulkanik yang masih tinggi.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh risiko. Berdasarkan informasi dari tim relawan di lapangan, posisi kedua korban ditemukan berada di dekat bibir kawah.

Kondisi jenazah dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat tertimpa batu besar dan tertimbun material pasir serta abu vulkanik yang cukup tebal. Petugas harus melakukan penggalian manual untuk dapat mengangkat jasad korban dari timbunan material tersebut.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa titik koordinat keberadaan korban sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak operasi hari kedua. Namun, kondisi cuaca dan aktivitas erupsi yang fluktuatif sempat menghambat pergerakan tim.

Lokasi penemuan diperkirakan hanya berjarak sekitar 50 meter dari bibir kawah, tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama pada hari Sabtu.

Dalam operasi hari ini, tim SAR membagi kekuatan ke dalam empat regu atau Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 2 dan SRU 3 bertindak sebagai tim eksekutor utama di lokasi penemuan, sementara SRU 1 dan SRU 4 memberikan dukungan pengamanan serta cadangan personel guna memastikan proses evakuasi berjalan berkesinambungan tanpa mengabaikan faktor keselamatan petugas.

Hingga berita ini diturunkan, rombongan evakuasi masih dalam perjalanan menuruni lereng gunung. Pihak berwenang telah berkoordinasi dengan kedutaan besar terkait untuk proses pemulangan jenazah ke negara asal setelah dilakukan identifikasi akhir di rumah sakit setempat.