Bahas Kecelakaan Kereta Bekasi, Ketua Komisi V DPR: Anggaran Kemenhub Masih Kurang Rp11 Triliun!

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti keterbatasan anggaran pemerintah dalam pembenahan infrastruktur keselamatan kereta api, khususnya terkait perlintasan sebidang dan pembangunan double-double track (DDT).

Hal ini mengemuka dalam Rapat Kerja Komisi V bersama Kementerian Perhubungan menyusul kecelakaan KA dan KRL di Bekasi Timur.

Lasarus mengungkapkan bahwa saat ini anggaran Kementerian Perhubungan masih mengalami kekurangan hingga Rp11 triliun.

Kondisi ini dinilai menghambat optimalisasi sistem keselamatan transportasi yang dianggap masih carut-marut.

Dukungan Politik dan Keselamatan Penumpang Dalam rapat yang dihadiri Wamenhub Suntana dan Menhub Dudy Purwagandhi tersebut, Lasarus menegaskan pentingnya dukungan politik agar persoalan anggaran dapat teratasi.

Ia secara khusus meminta pemerintah tidak mengabaikan aspek ramp check pada bus, kereta api, pesawat, hingga kapal meski di tengah keterbatasan biaya.

“Dengan anggaran yang ada, utamakan ramp check karena ini menyangkut keselamatan orang,” tegas Lasarus dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (13/5).

Evaluasi Banpres dan Perlintasan Sebidang Terkait bantuan anggaran sebesar Rp4 triliun dari Presiden Prabowo Subianto pascakecelakaan, Lasarus menilai angka tersebut belum memadai untuk menuntaskan masalah perlintasan sebidang di Indonesia yang jumlahnya masih mencapai seribu lebih.

Mengingat biaya pembangunan satu underpass atau flyover mencapai puluhan miliar rupiah, anggaran tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan nyata.

Urgensi Double-Double Track (DDT) Selain persoalan lintas sebidang, Komisi V juga mempertanyakan urgensi pembangunan double-double track di jalur padat seperti Bekasi Timur.

Lasarus mempertanyakan mengapa pembangunan jalur tambahan tidak dilakukan secara menyeluruh sejak awal.

“Untuk keselamatan nggak ada istilah kita nggak ada duit. Dulu masih sepi, sekarang sudah ramai, harus double-double track.

Perlu tambahan biaya,” imbuhnya. Ia berharap melalui forum ini, ditemukan solusi konkret tanpa mencari kesalahan pihak manapun demi mencegah kecelakaan serupa di masa depan.