JurnalPatroliNews – Jakarta – Misteri mengenai penyebab utama di balik peristiwa amukan si jago merah yang melanda fasilitas pendidikan tinggi di wilayah Jakarta Barat akhirnya mulai menemui titik terang.
Insiden kebakaran hebat yang melanda ruang Auditorium di area lantai 4 Kampus Binus Anggrek, Kebon Jeruk, pada Jumat (22/5) pagi, diduga kuat dipicu oleh adanya masalah kelebihan beban atau overload pada jalur jaringan instalasi arus listrik di sekitar area auditorium tersebut.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, memberikan pernyataan resmi bahwa indikasi awal penyebab kedaruratan ini mengarah pada gangguan sistem kelistrikan internal.
Berdasarkan draf keterangan tertulis yang diterima oleh awak media, Syaiful menegaskan bahwa dugaan penyebab sementara ini disimpulkan setelah jajaran petugas melangsungkan draf penyisiran awal di lokasi kejadian perkara.
Peristiwa mencekam ini melanda gedung Auditorium lantai 4 Kampus Binus Anggrek yang berdiri di kawasan Jalan Raya Kebon Jeruk, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Berdasarkan catatan draf kronologi yang dihimpun di lapangan, kepulan asap pertama kali terdeteksi pada pagi buta. Sekitar pukul 05.30 WIB, jajaran Satgas Kelurahan Kebon Jeruk terlebih dahulu menerima draf laporan dari warga sekitar mengenai adanya kobaran api di dalam kompleks gedung, yang kemudian langsung direspons secara cepat oleh petugas wilayah.
Pihak Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat sendiri secara resmi mendapatkan draf laporan teruskan pada pukul 07.30 WIB. Pasca-menerima draf panggilan darurat tersebut, armada pemadam langsung meluncur membelah jalanan dan tiba di lokasi objek terbakar tepat pada pukul 07.40 WIB.
Pengerahan Puluhan Personel dan Kepastian Nihil Korban Begitu tiba di area Kampus Binus Anggrek, draf operasi pemandaman langsung digelar secara masif mulai pukul 07.41 WIB. Berkat kerja keras koordinasi di lapangan, rambatan api utama berhasil dikepung dan dipadamkan secara total pada pukul 08.00 WIB.
Petugas kemudian melanjutkan draf penanganan pada fase pendinginan suhu ruangan mulai pukul 08.07 WIB, hingga akhirnya keseluruhan draf operasi dinyatakan selesai secara paripurna oleh komando pemadam pada pukul 09.40 WIB.
Dalam draf aksi penjinakan api yang berlangsung selama beberapa jam tersebut, pihak Gulkarmat Jakarta Barat tercatat menerjunkan kekuatan penuh berupa 14 unit mobil pemadam kebakaran yang disokong oleh total kekuatan sebanyak 70 personel penyelamat secara simultan.
Di samping memastikan kondisi infrastruktur gedung, Syaiful Kahfi juga membawa draf kabar baik mengenai kondisi keselamatan para penghuni kampus. Dirinya memastikan bahwa tidak ada draf korban jiwa yang timbul akibat dari peristiwa kebakaran di auditorium tersebut.
Dalam draf laporan penutupnya, Syaiful menuliskan bahwa data untuk korban luka ringan dinyatakan nihil, begitu pula dengan korban yang menderita luka bakar juga dipastikan tidak ada. Saat ini, seluruh tahapan penanganan kebakaran telah dinyatakan selesai secara berkala dan petugas gabungan telah memastikan area auditorium tersebut sudah steril serta draf titik api telah padam seutuhnya.











