JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya penanggulangan insiden kebakaran di fasilitas pendidikan tinggi bergerak cepat guna meminimalisir dampak kerusakan yang lebih luas. Peristiwa kebakaran yang dilaporkan melanda ruang auditorium di area lantai 4 Kampus Binus Cakra, yang terletak di kawasan Jalan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5) pagi, kini dikabarkan telah memasuki draf tahapan pendinginan. Langkah ini diambil guna memastikan area terdampak benar-benar aman dari potensi penyalaan api susulan.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, memberikan konfirmasi resmi mengenai perkembangan situasi di lapangan.
Dirinya menjelaskan bahwa draf pergerakan armada pemadam di lokasi telah berhasil melokalisir rambatan amukan si jago merah, dan fokus kerja petugas saat ini diarahkan sepenuhnya untuk menyisir serta memastikan tidak ada lagi sisa-sisa titik api sekecil apa pun yang tersembunyi.
Syaiful Kahfi menguraikan saat dimintai draf konfirmasi oleh awak media pada Jumat (22/5) bahwa situasi terkini di objek kebakaran terpantau sudah terkendali dan resmi masuk ke dalam fase pendinginan.
Berdasarkan lembar catatan draf kronologi dari petugas Gulkarmat, proses pendinginan suhu ruangan tersebut mulai dieksekusi secara merata pada pukul 08.07 WIB. Langkah sterilisasi ini berjalan lancar setelah sebelumnya draf kobaran api utama sukses dilokalisir dan dikurung oleh petugas di lapangan pada sekitar pukul 08.00 WIB.
Pengerahan Armada dan Penyelidikan Penyebab Insiden Guna menjamin proses pemadaman berjalan dengan taktis dan cepat, manajemen penanganan darurat Gulkarmat Jakarta Barat dilaporkan langsung menerjunkan kekuatan yang cukup masif ke lokasi kejadian.
Total sebanyak 14 unit armada mobil pemadam kebakaran beserta jajaran personel penyelamat dikerahkan secara simultan untuk melakukan draf penetrasi air ke lantai 4 gedung kampus tersebut.
Hingga draf naskah laporan berita ini diturunkan dan dipublikasikan ke tengah masyarakat luas, pihak berwenang dilaporkan masih belum bisa memberikan keterangan resmi mengenai apa yang menjadi faktor penyebab utama di balik munculnya percikan api pertama di ruang auditorium tersebut.
Tim penyidik internal bersama aparat kepolisian setempat dikabarkan masih menunggu area mendingin sepenuhnya sebelum dapat melakukan draf olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, pihak Gulkarmat juga menegaskan bahwa draf rincian data mengenai ada atau tidaknya korban jiwa, maupun korban luka-luka di dalam peristiwa mencekam pada pagi hari tersebut, sampai saat ini masih berada dalam draf proses pendataan serta verifikasi lebih lanjut di lapangan.














