JurnalPatroliNews – Kudus – Sebuah insiden menegangkan mewarnai jalannya momentum perayaan Hari Raya Idul Adha di wilayah Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, setelah seekor hewan kurban dilaporkan lepas dari jeratan tali pengikat.
Hewan kurban jenis kerbau tersebut dilaporkan sempat mengamuk secara beringas di jalanan pada Rabu sore menjelang petang.
Sebelum berhasil ditaklukkan oleh petugas, kerbau bertubuh besar tersebut sempat menyeruduk dua orang pengendara sepeda motor yang tengah melintas di lokasi.
Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, memaparkan dalam lembar keterangan tertulisnya bahwa selain melukai dua pengendara motor, terdapat satu orang anggota panitia kurban yang juga mengalami luka lecet akibat mencoba mengamankan hewan yang kalap tersebut.
Runtutan peristiwa mendebarkan ini berawal ketika armada mobil pikap yang mengangkut kerbau kurban tersebut tiba di area Masjid Purwosari sekitar pukul enam belas lewat tiga puluh menit Waktu Indonesia Barat.
Petaka mulai muncul ketika hewan tersebut hendak diturunkan dari atas bak mobil, di mana tali pegangan utama mendadak terlepas dari genggaman panitia.
Sesaat setelah terlepas, kerbau tersebut langsung mengambil langkah seribu melintasi kawasan pemukiman di Desa Pasuruan Lor, Desa Pasuruan Kidul, hingga menembus kawasan Jalan Lingkar yang padat kendaraan.
Melihat situasi yang kian darurat, barisan panitia kurban bersama aparat kepolisian yang berada di lokasi langsung bergegas melakukan aksi pengejaran secara intensif.
Pelarian hewan kurban tersebut akhirnya terhenti saat memasuki area semak-semak yang mengarah ke wilayah Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor.
Di lokasi tersebut, pihak kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melepaskan tembakan ke arah tubuh kerbau demi mengantisipasi agar hewan tersebut tidak merangsek masuk ke area perumahan padat penduduk maupun lajur jalan raya utama.
Hadi menegaskan bahwa tindakan pelumpuhan menggunakan senjata api tersebut terpaksa ditempuh demi menjamin keselamatan jiwa warga sekitar lantaran kondisi hewan dinilai sudah sangat agresif serta sulit untuk dikendalikan dengan tangan kosong.
Penyembelihan Darurat di Lokasi dan Evakuasi Jasad Kerbau ke Masjid
Suntikan timah panas dari petugas kepolisian tersebut seketika berhasil membuat kondisi fisik kerbau menjadi melemah.
Melihat buruannya sudah tidak berdaya, jajaran panitia kurban langsung bergerak cepat untuk mengikat kaki dan leher kerbau secara kuat.
Guna menghindari hewan tersebut mati secara sia-sia, pihak panitia langsung mengeksekusi kerbau dengan cara menyembelihnya secara syariat di lokasi semak-semak tersebut.
Segera setelah proses penyembelihan darurat di lapangan rampung dilaksanakan, jasad kerbau tersebut langsung dievakuasi kembali menuju Masjid Purwosari sekitar pukul dua puluh nol nol WIB.
Daging kurban dari kerbau yang sempat mengamuk tersebut selanjutnya langsung diproses oleh panitia setempat untuk dipotong kecil-kecil sebelum dibagikan kepada para mustahik yang berhak menerima.








Komentar