Apresiasi Pembangunan Enam Kios UMKM, Bendesa Adat I Gusti Agung Alit Kencana Sebut Investasi Harus Rangkul Warga Lokal

JurnalPatroliNews – Denpasar – Realisasi program tanggung jawab sosial perusahaan berupa draf pembangunan serta penyerahan enam unit kios UMKM oleh manajemen EL Hotel & Resort Bali Sanur menuai apresiasi luas.

Langkah kepedulian yang dihelat di kawasan Pantai Desa Adat Intaran, Sanur, pada momentum hari Minggu kemarin dinilai menjadi draf percontohan konkrit investasi pariwisata yang berjalan karib dengan masyarakat lokal.

Enam unit tempat perniagaan tersebut dibangun menggunakan kucuran dana kemitraan dari korporasi untuk kemudian diserahterimakan kepada pihak Desa Adat Intaran selaku diler pengelola bagi warga setempat.

Fasilitas kios anyar tersebut diperuntukkan secara khusus bagi para pelaku usaha kecil yang sebelumnya melakoni aktivitas dagang di pesisir Pantai Intaran dengan draf sarana yang serbaterbatas.

Founder EL Hotel & Resort Bali Sanur, Enggartiasto Lukita, menegaskan bahwa draf program ini bertindak sebagai bukti komitmen perusahaan untuk tumbuh besar bersama dengan lapisan masyarakat Sanur.

Mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia tersebut menilai pola hubungan sosial yang dibangun oleh Desa Adat Intaran sangat sukses dalam menciptakan draf keseimbangan antara kepentingan pemodal dan warga.

Enggartiasto menjabarkan silsilah kolaborasi ini tergolong langka lantaran pihak desa mampu meyakinkan diler investor untuk berjalan beriringan merangkul pedagang lama alih-alih melayangkan sirkulasi penggusuran.

Pihak manajemen menghendaki agar tata ruang estetika kawasan pantai bertransformasi menjadi lebih nyaman, rapi, tertata, sekaligus mengikis silsilah kesenjangan ekonomi di draf lapangan.

Respons Terbuka Manajemen Desa Adat Hingga Senyum Sumringah Para Penerima Manfaat Lapak Dagang

Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, melayangkan maklumat bahwa pintu wilayahnya selalu terbuka lebar bagi sirkulasi masuknya diler investor asing maupun domestik.

Namun Alit Kencana mengunci prasyarat mutlak bahwa setiap silsilah investasi yang masuk wajib hukumnya memberikan draf ruang usaha serta peningkatan kesejahteraan bagi krama desa lokal.

Manfaat draf bantuan bangunan permanen tersebut kini mulai dirasakan langsung secara instan oleh para diler pedagang kecil, salah satunya adalah Nyoman Lediani.

Lediani mengekspresikan rasa syukur mendalam lantaran kini mengantongi draf lapak jualan makanan tipat cantok serta rujak yang jauh lebih higienis dan layak dari kondisi lapak terdahulu.

Rasa bahagia serupa juga dipancarkan oleh Nyoman Sukadana yang kini bisa draf lebih fokus menjajakan kelapa muda serta kerajinan seni topeng tradisional khas Bali di draf kios barunya.

Dukungan bernada positif juga mengalir dari Koordinator UMKM Desa Adat Intaran yang juga menjabat selaku Kepala Bidang Wirausaha UMKM Kota Denpasar, I Putu Aryana.

Aryana menilai silsilah draf bantuan fisik ini memperlihatkan bahwa korporasi tidak semata-mata memburu sirkulasi keuntungan bisnis internal melainkan peka terhadap draf kondisi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar, Dewi Diana Putra, memberikan draf penilaian bahwa aksi CSR ini sejalan dengan cetak biru pariwisata berbasis masyarakat.

Dewi Diana menegaskan silsilah keberhasilan tata kepariwisataan di wilayah Sanur dari masa ke masa memang bertumpu pada draf kekuatan kolaborasi segi tiga antara pemerintah, desa adat, dan diler pelaku usaha.

Komentar