JurnalPatroliNews – Padang – Dua orang dilaporkan tertembak peluru nyasar saat berada di dalam lingkungan kampus Universitas Negeri Padang.
Insiden menegangkan tersebut diketahui terjadi pada hari Selasa sekitar pukul 17.00 WIB.
Kedua korban dalam peristiwa ini diidentifikasi berinisial N yang merupakan seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial serta seorang pria non-mahasiswa berinisial G.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat sejumlah mahasiswa tengah asyik berfoto di lapangan gedung rektorat setelah menyelesaikan seminar proposal dan ujian komprehensif.
Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan adanya peristiwa naas tersebut namun belum bersedia memaparkan detail kronologi secara rinci.
Korban Alami Luka Tembak di Paha dan Tangan
Pasca-kejadian, kedua korban awalnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Padang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Namun sekitar pukul 20.30 WIB, pihak rumah sakit memutuskan untuk merujuk kedua pasien ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo, Padang.
Korban berinisial N dilaporkan harus segera menjalani tindakan operasi besar guna mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di bagian pahanya.
Sementara itu, korban berinisial G mengalami luka di bagian tangan dan kini tengah menjalani perawatan intensif di fasilitas medis yang sama.
Kasus masuknya peluru nyasar ke area kampus UNP ini dilaporkan bukan merupakan peristiwa yang pertama kali terjadi.
Pada tahun 2020 silam, sebuah peluru nyasar juga sempat menghantam hingga memecahkan kaca gedung rektorat meskipun tidak sampai menelan korban jiwa.
TNI Gelar Investigasi Menyeluruh dan Tanggung Seluruh Biaya Medis
Kompleks kampus UNP sendiri diketahui terletak persis di seberang markas Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti (Yonif 133/YS).
Pada saat insiden terjadi, di dalam markas tersebut sedang berlangsung agenda latihan menembak laras panjang yang dilaksanakan oleh prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang sejak pagi hari.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kavaleri Taufiq, membenarkan adanya aktivitas latihan militer tersebut dan menegaskan tahap investigasi kini sedang berjalan.
Kendati demikian, Taufiq menyebut pihak TNI belum bisa memastikan secara mutlak apakah proyektil tersebut berasal dari senjata anggotanya atau bukan.
Jarak antara area lapangan latihan menembak dengan lokasi tempat kejadian perkara dilaporkan cukup jauh, yakni berkisar sekitar 800 meter.
Secara teknis dan regulasi, fasilitas lapangan tembak milik TNI tersebut diklaim sudah memenuhi standar operasional yang baku berdasarkan hasil penelitian sebelumnya.
Saat ini, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memilih untuk berfokus penuh pada penanganan pemulihan medis para korban serta menjamin seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh TNI AD.









Komentar