JurnalPatroliNews – Washington – Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengumumkan pencabutan resmi blokade militer terhadap seluruh lalu lintas maritim Republik Islam Iran.
Kebijakan strategis tersebut diambil sebagai langkah tindak lanjut atas arahan langsung Presiden Amerika Serikat pasca-penandatanganan nota kesepahaman damai.
Kendati operasi penyekatan pelabuhan telah dihentikan total, jajaran kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan akan tetap bersiaga di kawasan perairan tersebut.
Keberadaan unsur armada laut tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh poin kesepakatan sementara dipatuhi dan dijalankan secara penuh oleh kedua belah pihak.
Ketentuan mengenai penghentian blokade laut ini tercantum secara eksplisit pada poin keempat dokumen Memorandum of Understanding yang disepakati pertengahan pekan ini.
Berdasarkan poin perjanjian tersebut, pihak Washington berkomitmen untuk mengakhiri seluruh gangguan dan hambatan pelayaran di wilayah pesisir Iran dalam waktu tiga puluh hari.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengonfirmasi bahwa belasan kapal dagang yang membawa belasan juta barel minyak kini telah mulai melintasi kawasan Selat Hormuz.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi pemberian izin berlayar secara cepat bagi kapal internasional yang melintas.
Otoritas pertahanan Teheran juga mengumumkan rencana pembersihan ranjau laut yang sempat disebar di sepanjang jalur pelayaran strategis selama periode perang berlangsung.
Selama masa negosiasi lanjutan yang dijadwalkan berjalan selama enam puluh hari ke depan, pihak Iran memastikan tidak akan memungut biaya pelayaran bagi kapal yang melintas.
Walau dibebaskan dari biaya, seluruh kapal yang hendak melintasi selat diwajibkan mengajukan dokumen permohonan resmi kepada badan pemerintahan baru Iran.














Komentar