Keluarkan Pernyataan Bersama, Delapan Menteri Luar Negeri Muslim Desak Israel Hentikan Eskalasi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Indonesia bersama tujuh negara Muslim melalui masing-masing menteri luar negeri menerbitkan pernyataan bersama guna mengutuk keras eskalasi kekerasan oleh pemukim Israel di wilayah Tepi Barat.

Kecaman kolektif tersebut dilayangkan menyusul rentetan serangan yang terus meningkat terhadap warga sipil Palestina di wilayah yang tengah diduduki tersebut.

Para menteri luar negeri menyoroti aksi perusakan terbaru yang menyasar tempat ibadah, termasuk Masjid Agung di desa Jiljilya dan Masjid Al-Farouq di desa Mazar’a al-Nubani sebelah utara Ramallah.

Aliansi delapan negara Muslim ini menegaskan bahwa penyerangan terhadap situs keagamaan merupakan pelanggaran nyata atas hukum internasional serta resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dokumen bersama yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada hari Jumat ini menyatakan penolakan mutlak atas segala tindakan ilegal yang memicu ketidakstabilan di tanah Palestina.

Pihak menteri luar negeri menegaskan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, memegang tanggung jawab penuh atas segala aksi kekerasan dan ekstremisme yang terjadi di lapangan.

Komunitas internasional juga diserukan untuk segera menegakkan tanggung jawab hukum serta moral guna mendesak penghentian eskalasi berbahaya tersebut.

Para menteri luar negeri menuntut adanya penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku kejahatan agar tidak ada pembiaran atau kekebalan hukum di masa mendatang.

Selain melayangkan kutukan, delapan negara yang terdiri dari Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab ini menegaskan kembali solidaritas penuh bagi rakyat Palestina.

Dukungan tersebut mencakup hak penentuan nasib sendiri demi terwujudnya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh berdasarkan garis batas tahun 1967.

Seluruh menteri luar negeri sepakat mendukung wilayah Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan bagi kedaulatan negara Palestina tersebut.

Komitmen bersama ini juga diarahkan untuk mengakhiri pendudukan militer demi tercapainya perdamaian yang adil serta komprehensif melalui skema solusi dua negara.

Komentar