JurnalPatroliNews – Jakarta -Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dikabarkan mulai menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah tokoh kunci dari kubu oposisi Israel.
Langkah diplomatik ini muncul di tengah semakin tajamnya perbedaan pandangan antara Washington dan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Berdasarkan laporan dari media Channel 12 Israel, sejumlah pejabat teras di pemerintahan Trump meyakini bahwa perubahan dalam kepemimpinan Israel kini menjadi sebuah kemungkinan yang nyata.
Sebagai langkah awal, pemerintah Amerika Serikat disebut telah melakukan kontak informal dengan para pemimpin oposisi yang dinilai memiliki visi lebih moderat.
Dua nama besar yang muncul dalam radar komunikasi tersebut adalah mantan Perdana Menteri Naftali Bennett dan pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot.
Washington dilaporkan merasa khawatir terhadap dominasi kelompok garis keras di dalam kabinet Netanyahu yang dianggap menghambat stabilitas kawasan.
Upaya membangun hubungan dengan kekuatan politik alternatif ini dianggap sebagai persiapan strategis menjelang pelaksanaan pemilu Israel mendatang.
Di sisi lain, kubu oposisi Israel sendiri dikabarkan sangat aktif dalam membangun jembatan komunikasi dengan pemerintahan Trump selama beberapa bulan terakhir.
Meskipun komunikasi telah terjalin, Donald Trump secara resmi belum memberikan dukungan politik secara terbuka kepada satu pun calon pengganti Netanyahu.
Ketegangan diplomatik ini dimanfaatkan oleh Washington untuk mencari peluang politik baru di tengah merosotnya tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan Netanyahu saat ini.
Hasil survei terbaru dari harian Maariv juga menunjukkan sinyal bahaya bagi Netanyahu karena blok oposisi diproyeksikan mampu meraih mayoritas kursi di Knesset.
Jika pemilu digelar saat ini, koalisi oposisi diperkirakan akan mengamankan 61 kursi, jauh mengungguli blok pendukung Netanyahu yang hanya memperoleh 49 kursi.











Komentar