JurnalPatroliNews | Katingan – Suasana haru dan duka menyelimuti prosesi pemakaman Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas dalam operasi pemberantasan peredaran narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Jenazah almarhum dimakamkan secara kedinasan Polri di kampung halamannya, Rahanjang, Kereng Humbang, Kasongan, Kabupaten Katingan, Minggu (5/7/2026). Prosesi penghormatan terakhir dihadiri keluarga, kerabat, rekan sejawat, serta istri dan anak almarhum yang tampak larut dalam suasana duka.
Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dalam amanatnya, AKBP Dodik menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas gugurnya salah satu personel terbaik Polres Katingan yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.
“Kita telah kehilangan salah satu anggota Polri yang telah banyak mengabdikan dirinya dengan ikhlas sebagai pemelihara kamtibmas, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta sebagai penegak hukum,” ujar Dodik.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas loyalitas serta dedikasi Briptu Anumerta Nopandri selama menjalankan tugas di lingkungan Polres Katingan.
“Kami atas nama kesatuan dan keluarga besar Polres Katingan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangsih dan loyalitas yang telah diberikan almarhum selama mengabdi sebagai anggota Polri di Polres Katingan,” katanya.
Kapolres turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga apabila selama bertugas bersama terdapat kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak.
Di penghujung upacara, seluruh peserta diajak mengheningkan cipta dan memanjatkan doa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Marilah kita sama-sama mengheningkan cipta sejenak dan berdoa sesuai dengan keyakinan agama masing-masing. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Dodik.
Ia juga memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Briptu Anumerta Nopandri sebelumnya dilaporkan hilang saat mengikuti operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kabupaten Katingan. Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan selama tiga hari, jasadnya ditemukan mengapung di Sungai Katingan sekitar empat kilometer dari lokasi operasi.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam operasi pemberantasan narkotika di Kalimantan Tengah, yang juga mengakibatkan gugurnya sejumlah personel Polri lainnya saat menjalankan tugas negara.













Komentar