Iran Tuding Dunia Tutup Mata terhadap Kejahatan Israel di Timur Tengah

JurnalPatroliNews | Teheran – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan kritik keras terhadap sikap dunia internasional yang dinilainya gagal mengambil langkah nyata dalam merespons berbagai tindakan Israel di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri konferensi penghormatan untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Summit Hall, Teheran, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat.

Dalam pidatonya, Pezeshkian menilai berbagai organisasi internasional, termasuk lembaga yang mengusung isu hak asasi manusia, belum menunjukkan tindakan konkret untuk menghentikan konflik yang terus berlangsung di kawasan.

Menurutnya, komunitas internasional justru dinilai memberikan dukungan politik maupun logistik yang semakin memperkuat posisi Israel di tengah meningkatnya ketegangan regional.

“Organisasi internasional dan para pembela hak asasi manusia diharapkan mampu mencegah tindakan tersebut, tetapi yang terjadi justru dukungan politik dan logistik,” ujar Pezeshkian.

Presiden Iran juga menegaskan bahwa Israel menjadi pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya instabilitas di Timur Tengah. Ia menyebut berbagai operasi militer yang dilakukan Israel telah menyasar sejumlah negara di kawasan, sementara negara-negara Muslim, menurutnya, tidak pernah menjadi pihak yang memulai agresi.

Selain menyoroti situasi geopolitik, Pezeshkian turut menyinggung babak baru kepemimpinan dunia Islam pasca wafatnya Ali Khamenei.

Ia mengajak negara-negara Muslim memperkuat solidaritas dan menjaga persatuan demi melanjutkan cita-cita revolusi yang selama ini diwariskan oleh pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Pidato itu berlangsung bersamaan dengan dimulainya rangkaian penghormatan terakhir bagi Khamenei yang dipusatkan di Teheran. Ribuan warga memadati lokasi prosesi, sementara sejumlah kepala negara, pejabat tinggi pemerintahan, diplomat, serta tokoh agama turut hadir memberikan penghormatan.

Berdasarkan jadwal resmi pemerintah Iran, rangkaian prosesi pemakaman akan berlangsung hingga 9 Juli 2026. Setelah prosesi utama di Teheran, jenazah Khamenei akan dibawa menuju Kota Qom, kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota suci di Irak sebelum akhirnya dimakamkan di Kompleks Makam Imam Ali Reza, Kota Mashhad, yang merupakan salah satu pusat spiritual terpenting bagi umat Muslim Syiah.

Pernyataan Pezeshkian kembali mencerminkan sikap tegas pemerintah Iran terhadap dinamika konflik di Timur Tengah, sekaligus menyerukan penguatan persatuan negara-negara Muslim di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Komentar