JurnalPatroliNews | Moskow – Pemerintah Rusia menolak usulan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev untuk membekukan sementara konflik Rusia-Ukraina sebagai langkah awal menuju perundingan damai. Kremlin menegaskan penghentian perang hanya dapat dilakukan apabila seluruh tujuan strategis yang ditetapkan Moskow telah tercapai.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa bagi Rusia, penyelesaian konflik tidak cukup hanya dengan menghentikan pertempuran atau membekukan garis depan.
“Menghentikan (perang) itu sendiri bukanlah hal yang mungkin,” kata Peskov, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, konflik bahkan dapat berakhir dalam waktu relatif singkat apabila pemerintah Ukraina bersedia memenuhi syarat-syarat yang diajukan Rusia.
“Bagi kami hanya ada satu syarat utama, yaitu kami harus mencapai tujuan kami,” tegasnya.
Peskov menjelaskan posisi Moskow tidak berubah sejak awal konflik. Rusia tetap menuntut agar Ukraina menarik pasukannya dari wilayah Donbas serta membatalkan rencana bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Vladimir Putin telah memberikan penjelasan secara langsung kepada Tokayev mengenai perkembangan operasi militer Rusia di Ukraina dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kota Omsk.
Pemerintah Rusia masih menggunakan istilah “operasi militer khusus” untuk menyebut invasi yang dimulai sejak Februari 2022.
Usulan penghentian sementara konflik disampaikan Presiden Kazakhstan saat bertemu Putin pada Sabtu (25/7/2026).
Dalam pembicaraan tersebut, Tokayev mengusulkan agar kedua pihak membekukan konflik terlebih dahulu dan kembali menjadikan konsep “Istanbul Formula 2.0” sebagai dasar negosiasi.
Menurut Tokayev, pendekatan tersebut pernah menghasilkan kemajuan dalam upaya mencari penyelesaian diplomatik.
“Mungkin konflik ini harus dibekukan, dan kita harus kembali ke ‘Formula Istanbul 2.0,’ karena hasil yang signifikan telah dicapai di sana. Kemudian, tentu saja, dengan jaminan dari kekuatan-kekuatan besar, termasuk Rusia, kita dapat bergerak menuju perdamaian yang telah lama ditunggu-tunggu,” ujar Tokayev
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terhadap usulan yang disampaikan Presiden Kazakhstan maupun pernyataan terbaru dari Kremlin.
Penolakan Rusia terhadap gagasan pembekuan konflik menunjukkan bahwa Moskow masih mempertahankan posisi negosiasinya dan belum bersedia membuka jalan menuju gencatan senjata tanpa terpenuhinya tuntutan strategis yang selama ini menjadi syarat utama pemerintah Rusia.
Di sisi lain, berbagai upaya diplomatik untuk mengakhiri perang terus dilakukan oleh sejumlah negara. Namun, perbedaan mendasar mengenai syarat penghentian konflik masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan perundingan damai antara Rusia dan Ukraina.















Komentar