Tragis! Prajurit TNI Tewas Tertembak Saat Dukung Operasi Pengejaran Bandar Narkoba di Bireuen

JurnalPatroliNews | Bireuen – Operasi pengejaran terhadap kendaraan yang diduga membawa narkotika di Kabupaten Bireuen, Aceh, berujung duka. Seorang prajurit Polisi Militer Kodam Iskandar Muda, Pratu Galuh Nugraha, meninggal dunia setelah terkena peluru rekoset saat membantu aparat kepolisian menghentikan kendaraan terduga pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Juli–Takengon, tepat di depan SPBU Juli, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Polda Aceh, insiden bermula ketika personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh melakukan pengejaran terhadap sebuah Mitsubishi Triton double cabin berwarna hitam yang diduga digunakan untuk mengangkut narkotika.

Saat akan dihentikan, pengemudi kendaraan memilih melarikan diri. Dalam upaya kabur tersebut, mobil dilaporkan menabrak sebuah sepeda motor hingga terseret beberapa meter.

Di tengah pengejaran, seorang anggota kepolisian melepaskan tembakan sebagai upaya menghentikan laju kendaraan.

Pada saat yang sama, Pratu Galuh yang berada di sekitar lokasi berinisiatif membantu petugas dengan memindahkan palang besi di area SPBU untuk menghalangi kendaraan yang melarikan diri.

Dalam situasi tersebut, Pratu Galuh terkena peluru rekoset dan mengalami luka serius.

Korban sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit BMC Bireuen sebelum dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Pratu Galuh Nugraha.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Pratu Galuh Nugraha. Personel yang melepaskan tembakan telah diamankan bersama senjata api dan amunisi sebagai barang bukti.

Penyidik bersama Bidang Propam Polda Aceh sedang melakukan investigasi secara menyeluruh, termasuk uji balistik dan pemeriksaan terhadap prosedur penggunaan senjata api. Proses ini dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Joko.

Menurutnya, anggota yang melepaskan tembakan telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan. Polisi juga melakukan uji balistik terhadap senjata api serta mengevaluasi prosedur penggunaan kekuatan dalam operasi tersebut.

Polda Aceh memastikan penanganan perkara dilakukan secara terbuka dan melibatkan unsur TNI.

Kapolda Aceh disebut telah berkoordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda, Danpuspomad, dan Danpomdam Iskandar Muda guna memastikan proses penyelidikan berjalan objektif sekaligus menjaga soliditas hubungan antara TNI dan Polri.

Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan terhadap penyebab pasti insiden masih berlangsung. Polda Aceh menyatakan hasil investigasi akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan, termasuk uji balistik dan pemeriksaan saksi, selesai dilakukan.

Sementara itu, pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil operasi pengejaran tersebut, termasuk apakah kendaraan yang diduga membawa narkotika beserta para terduga pelaku berhasil diamankan atau masih dalam pengejaran.

Komentar