Tragedi Drag Race Kotamobagu: Mobil Balap Lepas Kendali, 8 Orang Meninggal

JurnalPatroliNews | Kotamobagu – Ajang balap yang seharusnya menjadi tontonan berubah menjadi tragedi berdarah di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Sebuah mobil peserta drag race keluar lintasan dan menghantam kerumunan penonton pada Minggu (9/8/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan.

Korban meninggal bertambah setelah seorang korban yang sebelumnya menjalani perawatan dilaporkan meninggal dunia pada Senin (10/8/2026) dini hari.

Kecelakaan terjadi dalam ajang Open Tournament TDR Drag Race-Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 yang digelar di kawasan Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kotamobagu.

Puluhan peserta mengikuti kejuaraan tersebut. Warga juga memadati sisi lintasan untuk menyaksikan pertandingan.

Situasi awalnya berlangsung normal.

Namun, suasana mendadak berubah ketika salah satu mobil peserta dari kelas Free For All (FFA) mengalami kecelakaan setelah melewati garis finis.

Mobil yang digunakan dalam perlombaan tersebut adalah Honda Jazz.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah laporan, kendaraan sempat melaju normal hingga mendekati garis finis. Setelah melewati garis finis dan memasuki area pengereman, mobil kemudian mengalami kecelakaan dan keluar dari lintasan.

Kendaraan selanjutnya meluncur ke sisi lintasan tempat sejumlah penonton berada.

Dalam hitungan detik, kerumunan yang semula menyaksikan balapan berubah menjadi lokasi kepanikan.

Sejumlah penonton tertabrak kendaraan yang keluar dari jalur balap.

Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Data korban terus diperbarui seiring proses penanganan di rumah sakit. Hingga Senin (10/8/2026), jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai delapan orang.

Tragedi tersebut tidak berhenti pada jumlah korban yang ditemukan sesaat setelah kecelakaan.

Salah seorang korban yang sebelumnya mengalami luka berat akhirnya meninggal dunia ketika menjalani perawatan di RSUD Monompia pada Senin dini hari.

Perkembangan tersebut membuat jumlah korban meninggal meningkat menjadi delapan orang.

Sementara korban lainnya masih menjalani perawatan medis.

Besarnya jumlah korban membuat perhatian kini tidak hanya tertuju pada pengemudi dan kendaraan yang mengalami kecelakaan.

Aspek keselamatan penyelenggaraan perlombaan juga mulai menjadi sorotan.

Kepolisian memastikan insiden tersebut sedang ditangani.

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan sebelumnya membenarkan terjadinya kecelakaan dalam ajang drag race di Kotamobagu.

Namun, saat informasi awal disampaikan, polisi masih melakukan pendataan sehingga jumlah korban belum dapat dipastikan.

“Benar telah terjadi kecelakaan saat drag race di Kotamobagu,” ujar Alamsyah.

Ia menyebut Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

Perkembangan berikutnya menunjukkan polisi mulai mendalami penyelenggaraan kegiatan, termasuk aspek keamanan lintasan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan acara.

Pemeriksaan terhadap panitia menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana standar keselamatan diterapkan selama perlombaan.

Kecelakaan tersebut menyisakan pertanyaan penting mengenai posisi penonton terhadap lintasan balap.

Dalam perlombaan kendaraan berkecepatan tinggi, area pengereman setelah garis finis merupakan salah satu titik yang memiliki risiko tinggi apabila kendaraan kehilangan kendali.

Karena itu, penyediaan pembatas, jarak aman penonton, sistem pengamanan serta prosedur penghentian darurat menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan event otomotif.

Dalam kasus Kotamobagu, seluruh aspek tersebut kini menjadi bagian yang perlu diperiksa secara menyeluruh.

Polisi perlu memastikan apakah kecelakaan murni disebabkan hilangnya kendali kendaraan atau terdapat faktor lain yang turut berkontribusi terhadap jatuhnya korban.

Termasuk bagaimana pengaturan area penonton, pengamanan lintasan, petugas keselamatan dan prosedur tanggap darurat diterapkan saat perlombaan berlangsung.

Ajang yang awalnya dirancang sebagai hiburan dan kompetisi tersebut kini meninggalkan duka bagi keluarga para korban.

Delapan orang kehilangan nyawa dalam satu insiden. Sejumlah lainnya masih harus menjalani perawatan akibat luka yang dialami.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi peringatan keras bahwa olahraga otomotif memiliki risiko tinggi apabila aspek keselamatan tidak ditempatkan sebagai prioritas utama.

Kecepatan kendaraan merupakan bagian dari perlombaan.

Namun, keselamatan penonton, peserta, petugas dan masyarakat di sekitar lokasi harus menjadi batas yang tidak boleh dikompromikan.

Kini, publik menunggu hasil penyelidikan kepolisian mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Pertanyaan mengenai kondisi kendaraan, kemampuan pengemudi mengendalikan mobil setelah garis finis, desain lintasan, area pengereman hingga sistem pengamanan penonton menjadi bagian penting yang harus dijawab.

Sebab tragedi Kotamobagu bukan lagi sekadar kecelakaan dalam sebuah perlombaan.

Delapan nyawa telah hilang, dan dari peristiwa itu harus lahir evaluasi menyeluruh agar ajang balap serupa tidak kembali berubah menjadi arena maut.

Komentar