Trump Bikin Geger, New Mexico Mau Diganti Jadi “New America”

JurnalPatroliNews | Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi terkait penamaan geografis. Kali ini, giliran nama negara bagian New Mexico yang menjadi sasaran.

Trump mengusulkan agar New Mexico diubah namanya menjadi “New America”. Gagasan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosialnya pada Minggu, 6 September 2026.

Trump bahkan membagikan gambar yang memperlihatkan kata “Mexico” pada nama New Mexico dicoret dan diganti dengan “America”. Unggahan tersebut kemudian turut diperkuat melalui akun resmi Gedung Putih.

“Banyak orang menyarankan untuk mengubah nama New Mexico… menjadi NEW AMERICA. Jauh lebih bergengsi dan indah bagi masyarakat di negara bagian yang berpotensi luar biasa itu. Wow, saya menyukainya!!” tulis Trump.

Namun, gagasan tersebut bukan merupakan perubahan nama resmi. Hingga kini tidak ada keputusan formal yang mengubah nama New Mexico menjadi New America. Usulan Trump muncul setelah sebuah unggahan satir di internet mengklaim secara keliru bahwa ia telah menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama negara bagian tersebut. Klaim tersebut telah dibantah.

Gubernur New Mexico Langsung Menolak

Usulan Trump langsung mendapat penolakan dari pejabat New Mexico.

Gubernur Michelle Lujan Grisham menegaskan identitas negara bagian tersebut tidak bisa begitu saja diubah melalui pernyataan di media sosial.

“Ini bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan, ini sudah menjadi milik kita bahkan sebelum Amerika Serikat berdiri,” kata Lujan Grisham seperti dikutip dari laporan media AS.

Dalam pernyataan lainnya, Lujan Grisham menegaskan bahwa nama New Mexico bukan sesuatu yang dapat dihapus begitu saja karena memiliki sejarah, budaya dan identitas yang telah melekat jauh sebelum Amerika Serikat berdiri sebagai negara.

Penolakan juga datang dari sejumlah anggota parlemen asal New Mexico. Mereka mempertahankan nama resmi negara bagian tersebut dan menilai nama itu merupakan bagian dari sejarah serta identitas masyarakat setempat.

Berawal dari Unggahan Satir

Kontroversi ini bermula dari sebuah unggahan bernada satir yang menyebarkan klaim seolah-olah Trump telah mengeluarkan keputusan resmi untuk mengganti nama New Mexico.

Klaim tersebut kemudian dibantah. Trump sendiri tidak mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengganti nama negara bagian itu.

Meski demikian, Trump kemudian mengunggah sendiri gambar yang menampilkan perubahan nama New Mexico menjadi New America. Langkah tersebut membuat isu yang sebelumnya berawal dari lelucon internet berubah menjadi kontroversi politik nyata.

Polemik tersebut menunjukkan bahwa unggahan Trump di media sosial dapat dengan cepat berubah menjadi isu nasional, terlebih ketika menyangkut identitas geografis dan sejarah suatu wilayah.

Bukan Kali Pertama Trump Mengubah Nama Geografis

Usulan terhadap New Mexico juga menjadi bagian dari rangkaian langkah Trump yang sebelumnya telah menyasar sejumlah nama geografis.

Trump sebelumnya mendorong penggunaan nama “Gulf of America” sebagai pengganti Gulf of Mexico dalam kebijakan federal Amerika Serikat.

Belakangan, Trump juga mendorong penggunaan nama “Lake America” untuk Lake Ontario dalam konteks kebijakan penamaan geografis AS.

Rangkaian tersebut memperlihatkan kecenderungan pemerintahan Trump menggunakan perubahan nomenklatur geografis sebagai bagian dari agenda yang menekankan identitas dan simbol nasional Amerika.

Namun, persoalan penamaan tidak selalu berhenti di tingkat domestik. Nama-nama geografis juga memiliki dimensi sejarah, diplomatik dan internasional sehingga perubahan oleh satu negara tidak otomatis membuat seluruh dunia menggunakan nomenklatur yang sama.

Nama, Sejarah dan Identitas

Bagi masyarakat New Mexico, persoalan nama bukan sekadar perubahan tulisan pada peta.

Nama negara bagian tersebut memiliki akar sejarah yang panjang dan menjadi bagian dari identitas masyarakat yang telah terbentuk selama berabad-abad.

Karena itu, gagasan menggantinya dengan “New America” segera memunculkan reaksi keras dari para pejabat setempat.

Di tengah kontroversi tersebut, belum terdapat proses resmi yang menunjukkan New Mexico akan benar-benar berganti nama.

Untuk saat ini, New Mexico tetap menjadi nama resmi negara bagian tersebut, sementara “New America” masih sebatas usulan Trump yang memicu perdebatan politik dan budaya di Amerika Serikat.

Komentar