JurnalPatroliNews | Semarang — Warga Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dibuat geger setelah menemukan jasad bayi perempuan terkubur di sebuah kebun milik warga.
Penemuan bermula ketika seorang warga yang sedang mencari rumput melihat gundukan tanah yang tampak masih baru. Karena merasa curiga, warga tersebut kemudian menggali gundukan tanah itu.
Bukannya menemukan sesuatu yang biasa, warga justru mendapati jasad seorang bayi perempuan dalam kondisi tertelungkup dan terkubur di dalam tanah.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan penemuan tersebut terjadi pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.
“Saat berada di kebun milik seorang warga, saksi melihat adanya gundukan tanah yang terlihat masih baru. Merasa curiga, saksi kemudian menggali bagian tanah tersebut,” ujar Heru dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.
Saat tanah dibongkar, bayi ditemukan dalam kondisi tertutup kain daster. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan, personel Unit Reskrim Polsek Bandungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah petunjuk.
“Selanjutnya melaporkan kepada polisi dan piket Unit Reskrim Polsek Bandungan langsung mendatangi tempat kejadian perkara,” jelas Heru.
Bayi Diperkirakan Baru Dilahirkan
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan jasad tersebut berjenis kelamin perempuan.
Bayi memiliki panjang tubuh sekitar 49 sentimeter dengan berat kurang lebih 3,4 kilogram.
Kepolisian memperkirakan bayi tersebut baru dilahirkan sekitar satu hari sebelum ditemukan warga. Namun, perkiraan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut melalui pemeriksaan medis dan penyidikan.
Polisi masih berupaya memastikan secara lebih detail waktu kelahiran, penyebab kematian serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan bayi tersebut berakhir terkubur di kebun warga.
Fakta-fakta tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap peristiwa secara utuh.
Polisi Tangkap Ayah dan Ibu
Perkembangan terbaru menunjukkan polisi telah mengamankan dua orang yang diduga merupakan orang tua bayi tersebut.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP M. Bodia Teja Lelana membenarkan penangkapan terhadap keduanya.
“Sudah ditangkap pelakunya. Iya, ayah dan ibunya. Nanti nunggu rilis resmi ya,” kata Bodia.
Keduanya kini menjalani proses pemeriksaan untuk didalami keterangannya terkait penemuan jasad bayi tersebut.
Meski demikian, polisi masih harus mengungkap secara menyeluruh peran masing-masing serta kronologi yang terjadi sebelum bayi ditemukan dalam kondisi terkubur.
Polisi Dalami Motif dan Kronologi
Penangkapan kedua orang yang diduga sebagai orang tua bayi menjadi titik penting dalam penyidikan kasus tersebut.
Namun, proses hukum masih berjalan. Polisi perlu mengumpulkan keterangan, hasil pemeriksaan medis, barang bukti serta petunjuk dari lokasi kejadian untuk memastikan konstruksi perkara.
Aspek yang kini menjadi perhatian penyidik antara lain kronologi kelahiran bayi, kondisi bayi sebelum meninggal, bagaimana jasad tersebut dipindahkan ke kebun serta alasan hingga akhirnya dikuburkan di lokasi tersebut.
Kepolisian juga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memperjelas kondisi dan sebab kematian bayi.
Kasus ini pun menyita perhatian masyarakat karena jasad bayi ditemukan secara tidak sengaja oleh warga yang tengah mencari rumput.
Penyidikan selanjutnya diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta di balik kematian bayi perempuan tersebut sekaligus memastikan proses hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab berjalan sesuai ketentuan.















Komentar