JurnalPatroliNews | Jakarta — Menjelang peringatan HUT ke-81 TNI, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFrA., bersama rombongan melakukan anjangsana ke kediaman sesepuh TNI Jenderal TNI (HOR) (Purn) Agum Gumelar di Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus bentuk penghormatan kepada para senior yang telah mengabdikan diri dalam perjalanan institusi TNI.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, anjangsana juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai nilai-nilai keprajuritan, semangat pengabdian serta pentingnya menjaga jati diri TNI.
Dalam kesempatan itu, Agum Gumelar menekankan agar Sapta Marga dan Sumpah Prajurit tetap menjadi pedoman utama bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas.
“Untuk prajurit, tekankan Sumpah Prajurit dan Sapta Marga,” ujar Agum.
Menurut Agum, nilai-nilai tersebut tidak semestinya berhenti menjadi pedoman ketika seorang prajurit menyelesaikan masa dinas aktif. Semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, kata dia, tetap melekat meski status kedinasan telah berakhir.
“Sebagai Ketua Umum Pepabri selalu saya tekankan, walaupun kita sudah purna tugas tetapi belum purna pengabdian,” katanya.
Agum melanjutkan, para purnawirawan tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan keprajuritan.
Karena itu, ia meminta agar Sapta Marga dan Sumpah Prajurit terus dijadikan pedoman dalam kehidupan setelah masa kedinasan. Pesan yang sama, menurutnya, justru harus semakin kuat diterapkan oleh prajurit yang masih aktif menjalankan tugas.
“Oleh karena itu tetap mempedomani Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, kalau kami (sudah purna tugas) seperti itu, maka bagi TNI aktif harus lebih mempedomani dan mengamalkannya,” tegas Agum.
Anjangsana tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman para sesepuh dengan generasi TNI yang masih menjalankan tugas. Nilai pengabdian, loyalitas dan kepatuhan terhadap pedoman keprajuritan menjadi bagian penting yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi TNI, silaturahmi dengan para sesepuh juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan sejarah, tradisi dan nilai-nilai pengabdian yang telah membentuk jati diri prajurit.
Rangkaian anjangsana dalam momentum HUT ke-81 TNI itu diharapkan semakin memperkuat hubungan antara generasi penerus dengan para senior sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.













Komentar