Tujuh Jenazah Korban KM Virgo Diangkut Helikopter, Lanud Sjamsudin Noor Jadi Titik Evakuasi

JurnalPatroliNews | Banjarbaru — Lanud Sjamsudin Noor kembali menjadi salah satu titik penting dalam proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8. Memasuki hari ke-11 operasi SAR, tujuh jenazah yang ditemukan di sekitar badan kapal dievakuasi melalui jalur udara menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Ketujuh korban tersebut sebelumnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Rabu (23/9/2026).

Seluruh korban kemudian diangkut menggunakan Helikopter HR 3601 milik Basarnas menuju Lanud Sjamsudin Noor untuk selanjutnya diteruskan ke RS Bhayangkara Banjarmasin guna menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Proses evakuasi dilakukan dalam dua kali penerbangan. Penerbangan pertama membawa tiga jenazah, sedangkan penerbangan kedua mengangkut empat jenazah.

Setibanya di Lanud Sjamsudin Noor, seluruh jenazah langsung ditangani sesuai prosedur sebelum diserahkan kepada instansi terkait untuk proses berikutnya.

Penggunaan jalur udara tersebut menjadi bagian dari strategi mempercepat pemindahan korban dari lokasi pencarian menuju fasilitas penanganan di darat.

Sebelumnya, Basarnas juga telah menggunakan Helikopter HR 3601 untuk mengevakuasi korban KM Virgo Transport 8 dari lokasi pencarian menuju wilayah Banjarmasin. Penggunaan helikopter menjadi salah satu opsi evakuasi untuk mempercepat penanganan korban setelah ditemukan.

Lanud Sjamsudin Noor Jadi Simpul Evakuasi

Dukungan Lanud Sjamsudin Noor dalam operasi tersebut tidak hanya berupa penerimaan korban. Pangkalan TNI AU ini menjadi salah satu simpul dalam rantai evakuasi udara yang menghubungkan lokasi operasi SAR dengan fasilitas penanganan korban di darat.

Kesiapan fasilitas pangkalan menjadi penting karena korban yang ditemukan di laut membutuhkan proses pemindahan yang cepat dan terkoordinasi.

Secara kelembagaan, Lanud Sjamsudin Noor memang memiliki tugas menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan lain serta melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Dalam operasi KM Virgo Transport 8, dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan pangkalan untuk menerima korban yang dikirim menggunakan sarana udara Basarnas.

Setelah mendarat, jenazah kemudian diteruskan kepada instansi yang memiliki kewenangan untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Dua Kali Penerbangan

Rangkaian evakuasi tujuh jenazah pada Rabu dilakukan dalam dua penerbangan terpisah. Pola tersebut memungkinkan proses pemindahan korban dilakukan secara bertahap dari lokasi pencarian.

Penerbangan pertama membawa tiga jenazah. Setelah itu, penerbangan kedua membawa empat jenazah sehingga keseluruhan tujuh korban dapat dipindahkan menuju Lanud Sjamsudin Noor.

Koordinasi antara Basarnas, TNI AU, TNI AL, Polri dan unsur SAR lainnya menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan berlangsung aman.

Selain mendukung evakuasi, keberadaan pangkalan juga memberikan jalur lanjutan menuju rumah sakit dan fasilitas identifikasi di Banjarmasin.

Komitmen Dukungan Operasi Kemanusiaan

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita menegaskan kesiapan pangkalan dalam mendukung setiap operasi kemanusiaan, termasuk proses evakuasi korban melalui jalur udara.

Dukungan tersebut mencakup kesiapan fasilitas pangkalan sekaligus koordinasi dengan unsur terkait agar pemindahan korban dapat berlangsung secara cepat dan terarah.

Peran Lanud Sjamsudin Noor dalam operasi kemanusiaan bukan kali pertama dilakukan. Pangkalan tersebut juga secara rutin melaksanakan koordinasi dan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang membutuhkan pengerahan unsur penerbangan maupun instansi samping.

Pencarian Korban Masih Berlanjut

Sementara itu, operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal maupun bagian badan kapal yang masih memungkinkan untuk diperiksa oleh tim penyelam.

Setiap korban yang berhasil ditemukan akan langsung dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur. Jalur evakuasi disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk melalui kapal maupun helikopter.

Dukungan Lanud Sjamsudin Noor dengan membuka akses evakuasi udara menjadi bagian dari mata rantai operasi tersebut.

Dengan sinergi antara TNI AU, Basarnas, TNI AL, Polri dan unsur SAR lainnya, proses pencarian dan evakuasi korban diharapkan dapat terus berjalan hingga seluruh tahapan operasi kemanusiaan selesai.

Komentar