Luhut Binsar Pandjaitan Buka Kembali Kenangan sebagai Prajurit, Ini Pesannya untuk TNI

JurnalPatroliNews | Jakarta – Momentum menjelang peringatan HUT ke-81 TNI menjadi ruang untuk memperkuat kembali ikatan antara generasi prajurit aktif dengan para senior dan purnawirawan.

Pesan tersebut mengemuka saat Pa Sahli Tk. III Bidang Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M., bersama rombongan melaksanakan anjangsana ke Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Mabes TNI dengan sejumlah sesepuh dan purnawirawan TNI. Selain menjaga hubungan kekeluargaan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyambungkan kembali nilai-nilai pengabdian yang diwariskan para senior kepada generasi prajurit saat ini.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat di ruang kerja Luhut. Percakapan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membawa kembali ingatan Luhut pada perjalanan panjangnya ketika masih mengenakan seragam TNI.

Luhut menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan anjangsana Mabes TNI. Menurutnya, kunjungan tersebut memiliki arti tersendiri karena mengingatkannya pada salah satu fase penting dalam perjalanan hidupnya sebagai prajurit.

“Terima kasih telah datang ke kantor saya dan ini merupakan suatu kehormatan karena saya kembali teringat masa-masa yang sangat berkesan dalam hidup saya saat menjadi prajurit TNI,” ujar Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga meninggalkan pesan tertulis yang ditujukan sebagai pengingat bagi para prajurit TNI.

Pesannya menitikberatkan pada dua nilai utama yang harus terus dijaga dalam menjalankan pengabdian, yakni keteladanan dan loyalitas.

“Berikan keteladanan dalam semua bidang, loyalitasmu hanya kepada Panglima Tertinggi yaitu Presiden Republik Indonesia,” tulis Luhut.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian anjangsana yang dilakukan TNI menjelang HUT ke-81. Silaturahmi dengan para senior dan purnawirawan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan nilai, tradisi, dan semangat pengabdian dalam tubuh TNI.

Melalui kegiatan tersebut, komunikasi lintas generasi diharapkan terus terpelihara. Pengalaman para sesepuh TNI menjadi bagian dari perjalanan institusi, sementara generasi prajurit aktif memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara.

Anjangsana sekaligus memperlihatkan pentingnya jiwa korsa dan soliditas sebagai bagian dari kekuatan internal TNI. Di tengah dinamika tugas yang terus berkembang, hubungan antara generasi senior dan prajurit aktif menjadi salah satu elemen dalam menjaga kesinambungan tradisi pengabdian.

Menjelang usia 81 tahun, pesan tentang keteladanan dan loyalitas kembali mengemuka sebagai nilai yang melekat pada perjalanan TNI dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta kepentingan bangsa dan negara.

Komentar