JurnalPatroliNews | Banten – Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan program pembinaan bagi siswa SMA dan SMK dengan melibatkan lingkungan pendidikan militer TNI. Program tersebut dijadwalkan mulai digelar pada Oktober 2026 dengan durasi dua hari satu malam.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Jamaluddin mengatakan, program tersebut akan dilaksanakan di tiga lokasi yang telah disiapkan, termasuk lingkungan satuan Kopassus.
“Itu rencananya di bulan Oktober ini, insyaallah. Ya, kita adakan. Ada tiga titik tadi yang sudah disampaikan. Ada di 203, Cobra, terus sama di Kopassus,” kata Jamaluddin melalui keterangan tertulis.
Menurut Jamaluddin, kegiatan tersebut menjadi program pembinaan pertama yang secara khusus menyasar siswa SMA/SMK di lingkungan Pemprov Banten.
Sebelumnya, saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin mengaku pernah menjalankan program serupa untuk siswa tingkat SMP. Namun, program dengan sasaran pelajar SMA dan SMK baru dilakukan tahun ini.
“Kalau sewaktu saya jadi Kepala Dinas Kota Tangerang pernah saya lakukan untuk anak SMP. Kali ini anak SMA, baru kali ini, tahun ini kita mulai,” ujarnya.
Tak Hanya Siswa Bermasalah
Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa yang dinilai membutuhkan pembinaan. Pemprov Banten juga berencana melibatkan siswa yang memiliki potensi kepemimpinan, termasuk mereka yang aktif dalam organisasi sekolah.
Jamaluddin menyebut pengurus OSIS dan MPK termasuk kelompok yang akan dipertimbangkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Anak-anak bukan hanya istimewa saja, calon-calon pemimpin juga kita ingin juga termasuk OSIS, MPK,” jelasnya.
Sementara itu, tingkat kehadiran siswa di sekolah menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan dalam menentukan peserta program. Pembinaan diarahkan untuk memperkuat sejumlah aspek karakter, antara lain kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan nilai-nilai bela negara.
Jamaluddin berharap keterlibatan TNI dapat memberikan tambahan pendekatan dalam proses pembentukan karakter siswa, khususnya bagi pelajar yang dinilai membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
“Anak-anak yang istimewalah menurut saya, yang perlu ada pembinaan secara pribadi di sekolah, pembinaan sehingga penguatannya ada. Ya, saya minta TNI membantu kami untuk bagaimana ke depan anak-anak itu bisa berubah,” katanya.
Tidak Menggunakan Pola Militer Keras
Meski kegiatan berlangsung di lingkungan barak TNI, Pemprov Banten memastikan program tersebut bukan pendidikan militer bagi pelajar.
Jamaluddin menjelaskan, siswa tidak akan mendapatkan pola pelatihan keras seperti prajurit TNI. Materi lebih diarahkan pada penguatan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.
“Saya rasa enggak apa-apa, itu kan pembinaan. Pembinaan dalam rangka pembinaan rasa tanggung jawab, kemandirian, itu penting. Di situ diajarin, tapi tidak digembleng seperti TNI,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan tidak menggunakan pola pembentukan fisik seperti dalam pendidikan militer.
“Paling dikasih arahan, terus lagi mungkin juga penguatan kedisiplinan, tanggung jawab, ya dikhususkan untuk siswa lah, tidak berat lah kalau saya,” lanjutnya.
Pemprov Banten menargetkan sedikitnya 600 siswa mengikuti program tersebut. Jumlah peserta secara keseluruhan diproyeksikan dapat mencapai sekitar 1.000 pelajar.
Sekolah yang nantinya ditunjuk mengikuti program tersebut diharapkan bersedia mengikutsertakan siswanya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Iya, yang kita tunjuk harus mau. Karena target kita di antara 600 sampai 1.000, ya minimal 600 anak-lah,” kata Jamaluddin.
Program pembinaan ini diharapkan menjadi salah satu upaya Pemprov Banten dalam memperkuat pendidikan karakter di tingkat SMA dan SMK, dengan memadukan peran sekolah, pemerintah daerah, serta TNI dalam memberikan pendampingan kepada para pelajar.















Komentar