JurnalPatroliNews | Jakarta – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk memperkuat infrastruktur penyimpanan pangan nasional melalui pembangunan gudang Perum Bulog yang dilengkapi fasilitas pengering atau dryer. Program tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus memperkuat penyerapan padi dan jagung dari petani dalam negeri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, anggaran tersebut telah ditetapkan Presiden untuk mendukung pengembangan fasilitas penyimpanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.
“Presiden sudah tetapkan anggaran Rp 5 triliun untuk gudang paket Bulog. Lengkapi dengan dryer,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah menerima keluhan petani jagung dari sejumlah daerah mengenai penurunan kualitas hasil panen selama penyimpanan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas jagung, termasuk kadar air, berpengaruh terhadap kelayakan penyimpanan dan pemanfaatannya sebagai bahan baku pakan ternak.
Menurut Amran, keberadaan fasilitas pengering perlu menjadi bagian dari penguatan gudang Bulog, terutama di wilayah yang memiliki potensi produksi jagung cukup besar, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gorontalo.
Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan membantu menjaga mutu hasil panen, mengurangi kendala kadar air, dan memperlancar proses penyerapan komoditas dari petani.
Pemerintah Targetkan Pembangunan 100 Gudang
Selain melengkapi gudang dengan fasilitas pengering, pemerintah menargetkan pembangunan 100 gudang Bulog di berbagai daerah. Infrastruktur tersebut direncanakan untuk mendukung penyimpanan dua komoditas utama, yakni padi dan jagung.
“Ini anggarannya Rp 5 triliun, padi dan jagung. Kita bangun 100 gudang seluruh Indonesia, padi dan jagung,” kata Amran.
Ia menjelaskan, kebutuhan fasilitas penyimpanan jagung akan disesuaikan dengan karakteristik produksi dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat membentuk ekosistem penyimpanan dan distribusi pangan yang lebih terintegrasi.
Penguatan gudang menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan. Kapasitas penyimpanan yang memadai memungkinkan hasil panen ditampung dengan lebih baik, sementara fasilitas pengering membantu menjaga kualitas komoditas sebelum disalurkan kepada pengguna.
Meski demikian, pelaksanaan program tersebut akan bergantung pada kesiapan lokasi, pembangunan fasilitas pendukung, serta pengelolaan operasional gudang agar investasi yang dialokasikan dapat memberikan manfaat optimal.
Stok Jagung Pakan Ditargetkan 250.000 Ton
Di sisi lain, pemerintah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk menyerap jagung hasil panen petani dalam negeri. Komoditas tersebut selanjutnya dapat disalurkan kepada peternak untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pakan.
Amran menyebut pemerintah menargetkan stok jagung pakan yang dikelola Bulog mencapai 250.000 ton hingga Desember 2026, terutama untuk mengantisipasi periode ketika kebutuhan dan tekanan harga meningkat.
“Stoknya kita minta 250.000 ton pada bulan ini,” ujar Amran, merujuk pada upaya menjaga ketersediaan jagung selama periode September hingga Desember.
Penguatan stok tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan jagung bagi industri peternakan. Ketersediaan bahan baku yang lebih terjamin diharapkan membantu mengurangi tekanan terhadap biaya produksi, khususnya bagi peternak yang bergantung pada pakan berbahan dasar jagung.
Pemerintah juga berharap penyerapan hasil panen oleh Bulog dapat memberikan kepastian pasar bagi petani, terutama ketika produksi meningkat dan hasil panen membutuhkan tempat penyimpanan yang memadai.
Bangun Ekosistem untuk Menekan Gejolak Harga
Menurut Amran, penguatan infrastruktur penyimpanan dan pengelolaan stok merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pangan dan peternakan yang lebih berkelanjutan.
Ia menilai gejolak harga bahan baku pakan masih menjadi persoalan yang membebani peternak. Karena itu, pemerintah berupaya memperkuat ketersediaan stok dan memperbaiki mekanisme penyerapan agar pasokan tidak hanya bergantung pada kondisi pasar dalam jangka pendek.
“Jadi intinya kita bangun ekosistem dan ekosistem ini, ini adalah solusi permanen sampai kapanpun tidak ada lagi peternak demo masalah harga dan serapan, masalah pakan dan seterusnya,” kata Amran.
Melalui pembangunan 100 gudang, penyediaan fasilitas pengering, dan penguatan cadangan jagung pakan, pemerintah menargetkan sistem penyimpanan serta distribusi pangan yang lebih terstruktur.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan ditentukan oleh realisasi pembangunan, kemampuan Bulog menyerap hasil panen, kualitas pengelolaan stok, serta efektivitas penyaluran jagung kepada peternak.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, pemerintah berharap hasil panen petani dapat terserap lebih baik, kualitas komoditas tetap terjaga, dan pasokan bahan baku pakan menjadi lebih stabil.















Komentar