Gerindra: Gerindra Tak Bangun Pemerintahan Berbasis Pencitraan, Ini Alasannya

JurnalPatroliNews | Jakarta — Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto perlu dibaca bersama indikator pembangunan dan kondisi ekonomi nasional, bukan hanya dari persepsi publik. Ia berpandangan bahwa pemerintahan Prabowo lebih menitikberatkan kerja nyata dibandingkan upaya membangun citra.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiat saat menanggapi hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) yang mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo sebesar 65,4 persen.

Sugiat mengatakan Gerindra menghormati hasil survei tersebut. Namun, menurutnya, penilaian terhadap kinerja pemerintah juga perlu mempertimbangkan capaian pembangunan serta data ekonomi yang relevan.

“Pak Prabowo ini tidak membangun pemerintahannya berbasis pencitraan. Dia tidak terlalu peduli dengan basa-basi pesan. Mungkin ini katakanlah bisa menjadi kekuatan sekaligus kelemahan beliau,” kata Sugiat, Senin (19/10/2026).

Ia kemudian menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang, berdasarkan angka yang disampaikannya, mencapai 5,29 persen pada semester II 2026. Sugiat menilai angka tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih berada pada jalur yang baik jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain.

Selain pertumbuhan ekonomi, Sugiat menyoroti kontribusi konsumsi masyarakat terhadap aktivitas ekonomi nasional. Menurutnya, indikator tersebut perlu diperhatikan untuk memahami kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Sugiat menilai perkembangan media sosial turut memengaruhi pembentukan opini publik terhadap pemerintah. Arus informasi digital, termasuk potongan video dan konten yang beredar di media sosial, menurutnya, dapat membentuk persepsi masyarakat tanpa selalu memberikan gambaran yang utuh.

“Satu konten yang diposting katakanlah netizen itu bisa mempengaruhi opini publik walaupun sesungguhnya itu bukan fakta sebenarnya,” jelasnya.

Karena itu, Sugiat mendorong agar penilaian terhadap pemerintahan Prabowo dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan hasil survei, indikator ekonomi, dan capaian pembangunan. Pandangan tersebut merupakan penilaian dari pihak Gerindra terhadap kinerja pemerintahan.

Adapun survei PPI yang disebut dalam keterangan tersebut dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi. Survei itu mencatat 62,3 persen responden menyatakan puas dan 2,9 persen menyatakan sangat puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.

Dalam pemetaan program pemerintah, bantuan sosial menempati posisi teratas sebagai program yang dinilai paling baik oleh responden. Program lain yang disebut meliputi Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah gratis hingga perguruan tinggi, serta cek kesehatan gratis.

Informasi metodologi yang dicantumkan menyebutkan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error 2,83 persen. Hasil tersebut menggambarkan jawaban responden dalam periode survei, sementara penilaian menyeluruh terhadap kinerja pemerintah tetap membutuhkan pembacaan berbagai indikator dan data yang dapat diverifikasi.

Komentar