JurnalPatroliNews | Kalimantan Selatan – Operasi Modifikasi Cuaca TNI kembali digelar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Dalam operasi yang berlangsung Minggu (1/11/2026), TNI mengerahkan tiga pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dengan membawa total 9,3 ton bahan modifikasi cuaca berupa garam atau Natrium Klorida (NaCl) dan dry ice.
Pengerahan pesawat tersebut merupakan bagian dari upaya membantu meningkatkan potensi hujan di wilayah sasaran, sekaligus mengurangi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI, tiga pesawat yang digunakan dalam kegiatan tersebut terdiri atas Hercules C-130, CN-295, dan Cassa 212.
Ketiganya mendukung pelaksanaan penyemaian bahan modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Selatan. Bahan yang dibawa disebarkan melalui udara dengan memperhatikan kondisi atmosfer dan koordinasi bersama unsur terkait.
Tiga Pesawat TNI AU Dukung Penyemaian Awan
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk membantu penanganan karhutla, terutama ketika kondisi cuaca dan ketersediaan hujan menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, bahan berupa garam dan dry ice digunakan sebagai bahan penyemaian untuk mendukung proses pembentukan awan hujan pada kondisi atmosfer yang sesuai.
Pengerahan tiga pesawat TNI AU menunjukkan dukungan unsur pertahanan udara dalam operasi penanggulangan bencana. Pesawat Hercules C-130, CN-295, dan Cassa 212 digunakan untuk menunjang distribusi bahan penyemaian ke wilayah yang telah ditentukan.
Pelaksanaan penyemaian dilakukan secara terkoordinasi dengan instansi terkait agar kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan potensi pembentukan awan di daerah sasaran.
Sejumlah Wilayah Kalimantan Dilaporkan Diguyur Hujan
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan dalam keterangan tersebut, sejumlah wilayah di Kalimantan telah mengalami hujan.
Wilayah yang disebut antara lain Pontianak, Kota Singkawang, Bengkayang, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sintang, Sambas, Sanggau, Kayong Utara, Ketapang, dan Sekadau.
Selain itu, hujan juga dilaporkan terjadi di Palangka Raya, Balikpapan, dan Berau.
Informasi tersebut menunjukkan adanya hujan di sejumlah daerah Kalimantan. Namun, data tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh hujan yang terjadi merupakan hasil langsung dari pelaksanaan OMC.
Keberhasilan modifikasi cuaca bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kondisi atmosfer, ketersediaan awan potensial, serta ketepatan waktu dan lokasi penyemaian.
TNI Dukung Upaya Penanggulangan Karhutla
Pengerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU dalam operasi ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap upaya pemerintah menangani karhutla.
Selain membantu meningkatkan potensi terjadinya hujan, operasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengurangan dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan maupun lingkungan.
Koordinasi antara TNI, BMKG, dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi. Melalui kerja sama tersebut, penyemaian diharapkan dapat dilakukan secara tepat berdasarkan pemantauan kondisi cuaca dan wilayah sasaran.
Upaya penanggulangan karhutla sendiri membutuhkan langkah terpadu, mulai dari pencegahan, pemantauan titik panas, pemadaman di lapangan, hingga pemulihan wilayah terdampak.
Melalui Operasi Modifikasi Cuaca, TNI turut mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Pengerahan tiga pesawat dengan total 9,3 ton bahan penyemaian menjadi bagian dari upaya memperbesar peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan penanganan.













Komentar