Trump Keluarkan Ancaman Baru ke Iran: Sisa Fasilitas Nuklir Bisa Dihancurkan dalam 10 Menit

JurnalPatroliNews | Washington – Ancaman Trump terhadap Iran kembali memicu perhatian internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militer AS memiliki rencana untuk menyerang satu atau dua lokasi yang diduga masih berkaitan dengan program nuklir Teheran. Bahkan, ia mengklaim operasi tersebut dapat dilakukan hanya dalam waktu 10 menit.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida, pada Sabtu (31/10/2026) waktu setempat. Trump menyebut sebagian besar kemampuan militer Iran telah dilemahkan melalui operasi militer Amerika Serikat sebelumnya.

“Kami masih harus menangani, menurut saya, satu atau dua lokasi, tetapi kami bisa melakukannya dalam 10 menit. Jadi, kami punya rencana itu,” kata Trump, sebagaimana diberitakan Antara, Senin (2/11/2026).

Pernyataan tersebut mengisyaratkan kemungkinan operasi militer lanjutan terhadap Iran, meskipun proses perundingan diplomatik antara Washington dan Teheran masih berlangsung.

Pickaxe Mountain Masuk dalam Pernyataan Trump

Salah satu lokasi yang secara khusus disinggung Trump adalah Pickaxe Mountain, sebuah kompleks bawah tanah yang diduga berkaitan dengan program nuklir Iran.

Trump menyatakan lokasi tersebut masih perlu ditangani dan mengklaim militer AS dapat melakukan operasi dengan cepat.

“Anda mungkin bisa melihat Pickaxe Mountain, itu harus ditangani. Kami bisa melakukan semuanya dengan sangat cepat,” ujarnya.

Pickaxe Mountain menjadi perhatian karena diduga memiliki fasilitas bawah tanah yang berkaitan dengan aktivitas nuklir Iran. Namun, status dan aktivitas di lokasi tersebut masih menjadi bagian dari perdebatan. Pemerintah Iran sendiri membantah adanya aktivitas nuklir di kompleks tersebut.

Karena itu, pernyataan Trump mengenai lokasi tersebut perlu dipahami sebagai klaim dan penilaian pemerintah AS, bukan konfirmasi independen mengenai keberadaan atau aktivitas fasilitas nuklir di sana.

Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Telah Melemah

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengeklaim operasi militer AS telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan pertahanan Iran.

Ia menyebut sejumlah sektor yang menurutnya telah mengalami kerusakan, mulai dari angkatan laut, angkatan udara, sistem pertahanan udara, persenjataan, hingga infrastruktur yang berkaitan dengan program nuklir.

Meski demikian, Trump mengatakan masih terdapat satu atau dua lokasi yang dianggap perlu menjadi sasaran berikutnya.

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat dapat kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran dalam waktu dekat, Trump tidak memberikan kepastian mengenai jadwal maupun keputusan serangan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa opsi militer masih berada dalam pertimbangan Washington. Namun, hingga saat itu, Trump belum mengumumkan keputusan final mengenai pelaksanaan serangan lanjutan.

Washington Mengaku Tidak Terburu-buru Berunding

Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump mengatakan pemerintahannya tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Ia kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Mereka ingin membuat kesepakatan; kita akan lihat soal itu,” tegasnya.

Trump juga menyampaikan keraguan terhadap komitmen Iran dalam proses perundingan. Menurut dia, Teheran dinilai belum dapat sepenuhnya dipercaya karena dianggap pernah menyepakati suatu kesepakatan, tetapi kemudian menarik diri.

“Mereka berjalan dengan baik, tetapi mereka tidak terlalu bisa diandalkan. Saya akan katakan, mereka membuat kesepakatan lalu mundur. Mereka ingin membuat kesepakatan. Kita lihat apakah mereka benar-benar membuat kesepakatan,” ujarnya.

Jalur Diplomasi Masih Terbuka

Di sisi lain, perkembangan diplomasi menunjukkan bahwa peluang penyelesaian melalui perundingan belum sepenuhnya tertutup.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya menyatakan Presiden Trump belum mengambil keputusan mengenai kemungkinan serangan baru terhadap Iran. Ia juga menyebut Washington tetap terbuka terhadap penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Sementara itu, perunding Iran telah bertemu mediator Qatar di Doha pada Sabtu (31/10/2026), setelah pembicaraan sebelumnya berlangsung di Teheran. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari jalan keluar diplomatik di tengah konflik yang masih berlangsung.

Dengan demikian, situasi antara Washington dan Teheran berada dalam dua jalur yang berjalan bersamaan: ancaman penggunaan kekuatan militer dan upaya negosiasi untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Pernyataan Trump mengenai kemampuan menyerang sisa lokasi nuklir Iran dalam 10 menit menambah tekanan terhadap Teheran. Namun, realisasi serangan tersebut belum dapat dipastikan selama belum ada keputusan resmi dari pemerintah Amerika Serikat.

Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan politik Washington, respons Teheran, serta hasil komunikasi diplomatik yang melibatkan negara-negara mediator.

Komentar