Afghanistan Gagalkan Rencana Sel ISIS Bunuh Diplomat AS

  • Whatsapp
Ilustrasi (DW News)

JurnalPatroliNews, Kabul – Badan intelijen Afghanistan mengungkapkan pihaknya berhasil menggagalkan rencana kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk membunuh seorang diplomat Amerika Serikat (AS) di Kabul.

Seperti dilansir CNN, Kamis (14/1/2021), hal tersebut diungkapkan oleh Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan (NDS) dalam pernyataan yang dirilis Selasa (12/1) waktu setempat.

Bacaan Lainnya

Disebutkan NDS bahwa Charge d’Affaires AS di Kabul, Ross Wilson, menjadi target serangan ISIS pada Senin (11/1) waktu setempat. Rencana serangan yang bertujuan membunuh Wilson itu didalangi oleh sebuah sel kelompok ISIS yang beranggotakan empat orang.

Sel kelompok ISIS itu juga berencana membunuh sejumlah pejabat senior Afghanistan.

NDS menegaskan bahwa empat anggota ISIS itu telah ditangkap dalam sebuah operasi militer khusus NDS di distrik Kama, Provinsi Nangarhar.

Dalang utama dari sel ISIS itu, yang diidentifikasi sebagai Abdul Wahid, juga ikut ditangkap.

Tidak dijelaskan lebih lanjut oleh NDS soal bagaimana empat anggota ISIS itu berencana melakukan pembunuhan terhadap Wilson.

Dalam pernyataan terpisah, Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya ‘menyadari laporan sangat meresahkan bahwa anggota ISIS-K berencana membunuh Duta Besar Charge d’Affaires Ross Wilson’. ISIS-K merujuk pada kelompok ISIS di Provinsi Khorasan.

“Keselamatan dan keamanan personel AS di luar negeri menjadi prioritas tertinggi kami,” tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada CNN.

Wilson telah menjadi utusan top AS di Kabul sejak Januari tahun lalu.

“Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri konflik di Afghanistan melalui penyelesaian politik yang memastikan negara ini tetap berdaulat, bersatu dan demokratis, berdamai dengan dirinya sendiri dan tetangganya, dan bisa mempertahankan keuntungan yang diperoleh selama 19 tahun terakhir,” cetus Wilson dalam pernyataan via Twitter pada Rabu (13/1) waktu setempat.

(dtk)

Pos terkait