BPN Soal Kasus Dino Patti Djalal: Kami Juga Kena Penipuan

  • Whatsapp
Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil membeberkan kronologi kasus peralihan nama sertifikat tanah milik orang tua Dino Patti Djalal. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).

JurnalPatroliNews – Jakarta, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengakui pihaknya kecolongan dalam kasus peralihan nama sertifikat tanah milik orang tua Dino Patti Djalal.

Pasalnya, BPN turut meloloskan pengubahan nama pada sertifikat rumah milik orang tua mantan wakil menteri luar negeri tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya kalau di BPN ini, kami juga kena penipuan, karena orang datang dengan KTP-nya seolah-olah KTP orang yang bersangkutan, ya, ada fotonya di situ, ada KTP-nya padahal itu adalah hasil rekayasa,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (11/2).

Sofyan menjelaskan pelaku kasus penipuan tersebut mendatangi kantor BPN dengan membawa sertifikat asli beserta KTP lama dari orang tua Dino. KTP non elektronik tersebut juga dipalsukan pada bagian foto sehingga menyulitkan proses identifikasi.

“Itu sulit sekali (dicegah) karena kebetulan itu bukan KTP elektronik. Makanya kalau KTP elektronik relatif jauh lebih mudah mencegah,” lanjutnya.

Kini, ujar Sofyan, BPN bersama kepolisian tengah melakukan proses penyelidikan apakah ada keterlibatan notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dalam kasus penipuan tersebut.

“Kalau notaris terlibat kita akan investigasi, PPAT terlibat kita akan investigasi, kalau dia tidak hati-hati, kita akan mengambil hukuman disiplin pada PPAT tersebut, misalnya,” jelasnya.

Menurut Sofyan kasus Dino Patti Djalal juga menyadarkan publik bahwa mafia tanah masih banyak yang bergentayangan.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi jual-beli rumah, atau transaksi lainnya yang menyebabkan sertifikat beserta data pribadi berpindah tangan.

“Walaupun sudah banyak yang ditangkap tapi biasanya yang penjahat begitu dia residivis, seperti dikemukakan tadi, bahwa dalam kasus ini pernah ada yang ditangkap sebelumnya,” tegasnya.

(cnn)

Pos terkait