Dituding Transfer Ilmu Kebal Terduga Teroris, Abah Popon: Fitnah!

  • Whatsapp
Ahmad Dimyati alias Abah Popon (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom).

JurnalPatroliNews – Sukabumi – Nama Ahmad Dimyati alias Abah Popon mendadak ramai setelah empat terduga teroris mengaitkan namanya sebagai guru pengisi ilmu kebal. Pengakuan empat orang terduga teroris itu tertuang dalam video yang diterima oleh detikcom.

Mereka masing-masing Ahmad Junaidi, Zulaimi Agus, Wiloso Jati, kemudian Bambang Setiono. Mereka kompak mengatakan mengisi ilmu hingga kekebalan di kediaman Abah Popon. Sang empunya nama berang dan mengaku difitnah.

Bacaan Lainnya

“Difitnah begitu (saya) tidak suka tidak ridho, hanya mendoakan teuaya nu sejen deui (tidak ada yang lain lagi),” kata Abah Popon saat ditemui detikcom di kediamannya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/4/2021).

Abah Popon mengaku baru mengetahui namanya dikaitkan oleh para terduga teroris itu pada Sabtu (3/4) malam. Ia mendapat kiriman video dari seseorang yang ia sebut sebagai jemaahnya. Ia mengaku memang memiliki kegiatan sebagai praktisi supranatural, tapi hanya sekedar mendoakan mereka yang datang.

“Saya dikirim (video) tengah malam dari jemah abah. Dibuka videonya nyebut nama abah. Saya tegaskan tidak pernah mengisi kekebalan, yang datang ke sini hanya untuk lancar usaha, gampang jodoh, orang yang punya penyakit,” jelasnya.

Abah Popon juga baru mengenali orang-orang tersebut setelah wajah-wajahnya terlihat dalam video. Ia membenarkan kedatangan mereka, namun soal permintaan mereka saat itu Abah Popon mengaku tidak tahu secara pasti, namun ia memastikan bukan soal ilmu kekebalan.

“Kalau melihat begitu pernah ke sini kenal sesudah melihat begini (ramai di video). Tidak tahu menahu (aktivitas terorisme) kalau saya tahu sudah dilaporin. Saya sangat kesal, sangat benci dicemarkan nama baik. Nama asli haji Ahmad Dimyati, panggilan Haji Popon. Praktisi supranatural dari 1980, kebanyakan minta syariat, supaya lancar usaha, supaya gampang dicarikan jodoh. Sehari-hari bertani, mengurus anak yatim dan jompo,” ujar Abah Popon.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 menangkap sejumlah teroris pasca bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Penangkapan itu dilakukan di beberapa tempat di antaranya di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan.

Setidaknya ada lima orang yang ditangkap terkait jaringan teroris. Setelah diperiksa polisi, empat teroris itu membuat pengakuan mengejutkan.

Video pengakuan teroris itu diterima detikcom, Sabtu (3/4/2021). Ada empat teroris yang membuat pengakuan. Pertama Ahmad Junaidi, Zulaimi Agus, Wiloso Jati, kemudian Bambang Setiono.

Ahmad Junaidi, seusai pengajian, banyak dibahas tentang keadaan negara yang dikuasai oleh China. Ahmad Junaidi juga mengaku menjemur bahan peledak dari aseton dan HCl di rumahnya.

“Saya pun pernah dihubungi untuk menjemur serbuk bahan peledak yang dari aseton dan HCl selama 3 hari di rumah, lalu saya serahkan kembali kepada Agus. Setelah itu, saya kumpulkan kembali menjadi 3 stoples dalam bentuk serbuk yang sudah kering. Dan adapun pengajian mengajak kami untuk pergi ke Sukabumi ke Abah Popon untuk pengisian untuk jaga-jaga keamanan diri masing-masing,” jelas Ahmad Junaidi.

Pengakuan lain juga diutarakan oleh Bambang Setiono ia mengaku sudah melakukan pertemuan sebanyak tiga kali di Cibadak, Sukabumi, tempat Ahmad Dimiati alias Abah Popon bersama Habib Husein Hasni, Zulaimi Agus, Jati, Jeri Junaedi, Ipul, Noval, Malik, Habib Al Jufri, Asep Komara, Angga Putra, untuk mengisi ilmu kebal dan kebatinan.

“Mengetahui penunjukan sebagai tim eksekutor untuk penyerangan menggunakan bom lempar kepada anggota kepolisian, bersama Jeri, Ahmad Junaedi, Malik, Jati, Noval, Ipul, laskar FPI,” sambungnya.

(dtk)

Pos terkait