7 dibaca,  2 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews –Jakarta – Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu membela Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang dipersoalkan oleh partainya terkait ucapan ‘PKI dimainkan Kadrun’. FSP BUMN menyatakan Poyuono menyebut soal isu PKI itu tak membawa nama Gerindra.

“Pak Arief memberikan pendapatnya bukan sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra, tapi sebagai Ketua Federasi Serikat Pekerja. Orang dalam Gerindra sendiri yang justru bikin gara gara,” kata Wakil Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Ferdinand Situmorang kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).

Poyuono sendiri merupakan Ketua Umum FSP BUMN Bersatu. Ferdinand mengatakan Poyuono risih dengan sejumlah orang yang menggaungkan isu PKI dalam acara wawancara yang videonya telah beredar

“Tidak, Pak Arief tidak membawa bawa Gerindra, tapi sebagai Ketua Federasi Serikat Pekerja, beliau risih karena ulah orang yang selalu menggaungkan isu PKI. Pak Arief kan tidak pernah mengatakan atas nama partai Gerindra untuk isu PKI ini,” ujar Ferdinand.

“Iya, bukan. Pokoknya dalam hal ini bukan sebagai Waketum Gerindra,” tegasnya.

Sebelumnya, sidang terhadap Arief Poyuono atas pernyataan ‘PKI dimainkan kadrun’–saat menjawab pertanyaan tentang isu kebangkitan PKI–digelar hari ini. Sidang ini digelar MK DPP Partai Gerindra.

“Sidang Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra dalam perkara dengan teradu Saudara Arief Poyuono akan digelar hari ini dengan protokol anti-penularan COVID-19,” kata Pimpinan Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, Selasa (23/6).

Habiburokhman menyebut sebagian anggota Majelis Kehormatan Gerindra akan hadir secara fisik di DPP, lainnya virtual. Habiburokhman akan mengikuti sidang secara virtual dari Gedung DPR RI.

“Karena ini perkara sedang berjalan kami tidak boleh memberikan keterangan tentang substansi perkara,” sebut anggota Komisi III DPR itu.

Arief Poyuono mengaku tak akan menghadiri sidang Majelis Kehormatan (MK) DPP terkait isu ‘PKI dimainkan kadrun’ yang akan digelar hari ini. Poyuono mengatakan tetap pada pendiriannya.

“Tidak akan pernah saya menghadiri sidang MK itu. Sebab, saya tetap pada pendirian saya. Saya menyatakan PKI bangkit itu isu bohong, dibuat oleh kadrun-kadrun dan para pengacau negara yang tujuannya untuk mendelegitimasi dan memakzulkan Jokowi,” kata Poyuono kepada wartawan, Selasa (23/6).

(dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *