Kemenkop -UKM Tetapkan 6 Sektor Prioritas, Kembangan Koperasi dan UMKM, Ini Kata Agus Santoso

  • Whatsapp
Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Agus Santoso

JurnalPatroliNews – Jakarta, – Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Agus Santoso mengungkapkan, Kementerian Koperasi dan UKM telah menetapkan sektor-sektor yang menjadi prioritas dalam pengembangan koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dengan menggunakan pendekatan klaster atau komoditas unggulan.

Adapun sektor-sektor yang menjadi prioritas dalam pengembangan kemitraan koperasi dan UMKM yaitu bidang makanan dan minuman, pertanian, perkebunan dan peternakan, tekstil dan produk fashion, pariwisata berbasis wisata alam, perikanan, dan industri (ekonomi kreatif, jasa dan alat kesehatan/APD).

BACA JUGA :

“Pendekatan yang kita bangun adalah klaster atau komoditas unggulan dengan lima rencana kegiatan aksi,” kata Agus Santoso dalam webinar Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Daya Tahan UMKM, Jumat (26/2/2021).

Rencana aksi yang akan dilakukan yaitu digitalisasi koperasi dan UMKM, pembangunan koperasi yang terintegrasi dengan perhutanan sosial, pembangunan trading house, pembangunan sentra pemasaran produk UMKM di daerah, dan juga pengembangan database UMKM.

Mengutip ucapan Menkop UKM Teten Masduki, Agus menegaskan, kebangkitan koperasi dan UMKM merupakan kunci pemulihan ekonomi. Untuk menghubungkan sisi hulu dan hilir, pemerintah memberikan pendampingan dan pelatihan UMKM, serta perbaikan proses bisnis UMKM untuk terhubung dalam rantai pasok dan transformasi ke formal.

“Ini yang sebetulnya kita ingin garis bawahi, agar semua ekosistem UMKM itu harus dibangun dengan klaster, produknya masuk ke rantai pasok global, sehingga Indonesia ini membangun pembiayaan walaupun kecil-kecil, tetapi masuk dalam satu global value chain financing. UMKM ini kita kita dampingi untuk dapat perizinan supaya mereka bisa masuk ke formal. Mereka yang bersatu padu kemudian kita masukan dalam satu wadah koperasi, sehingga mempunyai wadah yang merupakan legal formal untuk bisa bersaing dengan perusahaan badan hukum lainnya,” kata Agus.

(*/lk)

Pos terkait