Presiden Gereja Injil di Indonesia (GIDI) Pdt. Dorman Wandikbo : Militer di Papua Tak Berhenti Karena Teror Masih Merebak

  • Whatsapp
Pdt. Dorman Wandikbo

Jurnalpatrolinews – INtan Jaya : Presiden Gereja Injil di Indonesia (GIDI) Pdt. Dorman Wandikbo meminta agar seluruh elemen agar dapat menjaga kedamaian dan keadilan di Tanah Papua. Diketahui permintaan tersebut mendasar pada peristiwa penyerangan terhadap misionaris di Kabupaten Intan Jaya.

Menurut Dorman, dinamika yang terjadi di Papua jangan terus dikaitkan dengan konfrontasi dan segala bentuk perlawanan. Ketika Papua sudah sering dirundung kegelapan oleh orang-orang yang hanya mengeruk kekayaan, maka kaum saat ini jangan berpikiran demikini hanya untuk membalas.

Bacaan Lainnya

“Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi, sekarang saatnya kita berfokus untuk membawa kebaikan. Saya tidak setuju dengan upaya membalas keburukan dengan keburukan, lalu apa bedanya?” ujarnya (14/1) menanggapi upaya penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap misionaris di Distrik Biondoga, Intan Jaya.

Dorman menegaskan jika misi utama Papua adalah mendukung tegaknya Hak Asasi Manusia (HAM) dan menghapuskan setiap bentuk kekerasan. Ditambahkannya bahwa upaya penyerangan adalah tindan yang tidak teat dilakukan, karena hal itu juga turut menyinggung pelanggaran HAM.

“Kita sedang berjuang melawan pelanggaran HAM, tapi dengan peristiwa kemarin, malah kita sendiri juga ikut-ikutan melakukan pelanggaran HAM,”

Dikatakan oleh Dorman Wandikbo yang merupakan teolog, mengatakan jika gereja tidak pernah mendukung anarkisme tumbuh di Tanah Cenderawasih.

“Sebagai bagian dari Gereja di Papua, saya tegaskan jika gereja adalah rumah bersama dan tidak ada dalam ajaran gereja yang mendukung tindakan-tindakan anarkisme,”

Hal ini juga mementahkan upaya yang dikatakan oleh Dorman sebab Dewan Gereja Papua pernah menyurati Presiden Joko Widodo terkait maraknya pengiriman pasukan militer ke Papua. Dalam permintaan tersebut Dorman mengatakan bahwa pihaknya berusaha menghentikan upaya pendekatan milterisme di Papua.

“Dewan Gereja sudah pernah membuat permintaan kepada pemerintah pusat untuk menghentikan pengerahan pasukan bagi Papua. Tapi kalau ada peristiwa-peristiwa seperti kemarin, saya khawatir permintaan itu tidak akan dikabulkan,” ungkap Dorman.

Diakhir penyampaiannya, Dorman mengatakan kalau perihal yang mererusak tatanan kehidupan masyarakat Papua bisa dimungkinkan dari diri kita masing-masing. Itu menandakan kalau kita harus pandai merefleksi diri agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi saudara-saudara kita sendiri. (Ind paper)

Pos terkait