Rusia Melanjutkan Pemboman di Suriah

Jurnalpatrolinews – Idlib : Pesawat Rusia melanjutkan serangan besar-besaran di barat laut Suriah setelah hampir enam bulan absen.

Pada hari Minggu, pesawat tempur Rusia membom pinggiran barat kota Idlib, sementara penembakan artileri berat dari pos-pos militer Suriah di dekatnya dilakukan di distrik pegunungan Jabal al-Zawiya, Reuters melaporkan, mengutip sumber oposisi Suriah.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, sekitar 30 serangan udara terjadi pada siang hari, yang merupakan operasi terbesar pasukan Rusia di Suriah sejak kesepakatan gencatan senjata berakhir.

Selain Idlib, Angkatan Udara Rusia mengebom kota Khorshid dan Arab Said, dan drone tak dikenal juga menyerang dua kota yang dikuasai pemberontak di Dataran Al-Ghab, sebelah barat provinsi Hama.

Tentara Suriah sekali lagi memusatkan pasukan di garis depan dan telah menembaki pos militer Turki selama sekitar dua minggu. Sebagai tanggapan, Ankara mengirim pasukan tambahan ke Suriah. Menurut saksi mata, konvoi menuju Idlib yang terdiri dari sedikitnya 15 kendaraan lapis baja terlihat pada malam hari di perlintasan perbatasan Kafr Lusin.

Serangkaian serangan udara baru terjadi tiga hari setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuduh Turki menunda pemenuhan kewajibannya berdasarkan nota de-eskalasi yang ditandatangani pada 5 Maret.

“Teroris mengambil keuntungan penuh dari 55 km daerah kantong di sekitar pangkalan militer ilegal AS Al-Tanf, serta di daerah yang disebut kepentingan minyak Washington di wilayah suku-suku Arab,” katanya.

Pada saat yang sama, “otoritas sah Suriah masih dirampas akses ke wilayah negara ini dan, karenanya, kesempatan untuk memberlakukan ketertiban dasar di sana,” tegasnya.

Pada Senin malam, Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan kemungkinan “provokasi menggunakan senjata kimia”.

Menurut wakil kepala Pusat Rekonsiliasi Partai Berperang Rusia, Laksamana Muda Alexander Grinkevich, militan dari kelompok teroris “Hayat Tahrir al-Sham” berencana untuk melancarkan serangan di dekat pemukiman Erich dan Besames di provinsi Idlib.

Tujuan mereka adalah menuduh pemerintah Suriah “menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil,” kata Grinkevich.

Pos terkait